“Ada juga yang visus matanya mulai berkurang, karena sekarang zamannya HP. Dan untuk siswa pre-diabetes, kita lakukan edukasi tentang pola makan yang sehat,” tambah dr. Alan, menunjukkan bahwa kesehatan mata dan pola makan menjadi fokus intervensi.
Nashery Sutopo, Kepala MTs Nidhomiyah Surowono, menyambut baik inisiatif ini. Sebanyak 324 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 telah mengikuti pemeriksaan gratis yang berlangsung bergantian selama dua hari. Temuan lain yang teridentifikasi adalah penurunan penglihatan dan juga kasus obesitas.
Sinergi Sekolah dan Keluarga Kunci Masa Depan
Baca Juga: Festival Dai Kediri Season 6 Dibuka Dorong Pemuda Sambut Indonesia Emas 2045
Nashery menegaskan, temuan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Pihak madrasah bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi dari Puskesmas.
“Saran dari Puskesmas temuan-temuan ini supaya ditindaklanjuti. Kita lakukan semacam nasehat-nasehat kepada siswa, dan memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa anaknya ada temuan penyakit, jadi bekerjasama antara sekolah dan orang tua,” katanya, menekankan pentingnya komunikasi dua arah.
Inisiatif CKG ini dinilai sangat strategis. Nashery berharap kegiatan ini dapat berlanjut setiap tahun. Dengan data yang berkelanjutan, sekolah dapat memantau tren kesehatan siswa dari tahun ke tahun. Kesadaran dan pemeriksaan dini seperti ini adalah bekal terbaik untuk memastikan tingkat kesehatan generasi bangsa di masa depan menjadi lebih baik. Ini adalah langkah optimistis untuk membangun generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berdaya juang.












