Kediri, Memo
Alarm kecil tentang kesehatan generasi muda Kabupaten Kediri berbunyi, namun langsung direspons dengan aksi cepat dan optimisme. Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Badas mengungkap fakta penting: banyak siswi SMP/MTs, terutama kelas VII di Kecamatan Badas, terindikasi menderita Anemia atau kekurangan Hemoglobin (Hb).
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Menurut dr. Alan Christian Soekamto, petugas Puskesmas Badas, mayoritas kasus adalah anemia ringan hingga sedang. “Rata-rata anemia ringan, anemia sedang terutama bagi perempuan yang baru mengalami haid,” ujar dr. Alan pada Rabu (15/10/2025).
Selain anemia yang memang sering menyerang remaja putri, CKG juga menemukan adanya kasus pre-diabetes pada beberapa siswa. Dokter menduga hal ini terkait erat dengan pola hidup modern, baik karena riwayat keluarga maupun kebiasaan konsumsi minuman kemasan yang manis.
Aksi Cepat: Tablet Penambah Darah dan Edukasi Pola Hidup Sehat
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Aksi nyata langsung dilakukan di tempat. Saat CKG dilaksanakan di MTs Nidhomiyah Surowono, Desa Canggu, setiap siswi yang terdeteksi anemia langsung diberikan tablet penambah darah. Puskesmas juga memberikan edukasi intensif.
“Ada juga yang visus matanya mulai berkurang, karena sekarang zamannya HP. Dan untuk siswa pre-diabetes, kita lakukan edukasi tentang pola makan yang sehat,” tambah dr. Alan, menunjukkan bahwa kesehatan mata dan pola makan menjadi fokus intervensi.
Nashery Sutopo, Kepala MTs Nidhomiyah Surowono, menyambut baik inisiatif ini. Sebanyak 324 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 telah mengikuti pemeriksaan gratis yang berlangsung bergantian selama dua hari. Temuan lain yang teridentifikasi adalah penurunan penglihatan dan juga kasus obesitas.
Sinergi Sekolah dan Keluarga Kunci Masa Depan
Nashery menegaskan, temuan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Pihak madrasah bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi dari Puskesmas.
“Saran dari Puskesmas temuan-temuan ini supaya ditindaklanjuti. Kita lakukan semacam nasehat-nasehat kepada siswa, dan memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa anaknya ada temuan penyakit, jadi bekerjasama antara sekolah dan orang tua,” katanya, menekankan pentingnya komunikasi dua arah.
Inisiatif CKG ini dinilai sangat strategis. Nashery berharap kegiatan ini dapat berlanjut setiap tahun. Dengan data yang berkelanjutan, sekolah dapat memantau tren kesehatan siswa dari tahun ke tahun. Kesadaran dan pemeriksaan dini seperti ini adalah bekal terbaik untuk memastikan tingkat kesehatan generasi bangsa di masa depan menjadi lebih baik. Ini adalah langkah optimistis untuk membangun generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berdaya juang.












