Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Puluhan Tahun Kedinginan di Balik Dinding Bambu Kini Sumiin Miliki Rumah Kokoh Lewat Program TMMD Kabupaten Kediri

A. Daroini
×

Puluhan Tahun Kedinginan di Balik Dinding Bambu Kini Sumiin Miliki Rumah Kokoh Lewat Program TMMD Kabupaten Kediri

Sebarkan artikel ini
Program TMMD Kabupaten Kediri

“Prinsip saya yang penting keluarga bisa makan hari itu saja sudah cukup. Tidak ada sisa untuk tabungan, apalagi buat bangun rumah,” kenang Sumiin saat ditemui pada Sabtu (21/2/2026). Baginya, bisa bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi sudah merupakan sebuah pencapaian besar.

Kejutan dari Rombongan TNI dan Perangkat Desa

Harapan baru muncul ketika rombongan Kodim 0809/Kediri bersama perangkat desa mengunjungi kediamannya. Sumiin sempat diliputi rasa tidak percaya saat diberi tahu bahwa rumahnya terpilih untuk dibangun ulang secara cuma-cuma. Keraguan itu wajar, mengingat ia tahu betul biaya pembangunan rumah permanen jauh melampaui kemampuan finansialnya.

Baca Juga: Cara Mas Dhito Mudahkan Urusan Dokumen Warga Melalui Layanan Sahaja Suka

Kepala Dusun Sumber Bahagia, Sunaryo, menegaskan bahwa rumah Sumiin telah melewati proses pendataan ketat untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat. “Kami melihat kondisi rumah Pak Sumiin memang sudah tidak layak dan sangat mendesak untuk diperbaiki. Ini adalah kolaborasi Pemkab Kediri dan TNI AD untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” jelas Sunaryo.

Lebih dari Sekadar Bangunan, Ini Tentang Harapan

Kini, pemandangan dinding bambu yang rapuh telah berganti dengan tembok bata yang kuat. Proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga sekitar. Struktur atap yang dulu merembes kini telah diperkuat, memberikan ketenangan bagi keluarga Sumiin saat cuaca ekstrem melanda kawasan Puncu.

Baca Juga: 17 Program Prioritas Bupati Kediri Mas Dhito Terealisasi di Tahun Pertama Pereode Kedua

Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menyatakan bahwa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah prioritas utama program ini. TNI ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar jalan atau jembatan, tetapi juga menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan manusia, yaitu hunian yang layak.

“Rumah yang layak adalah fondasi kesejahteraan. Melalui sinergi ini, kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara dan TNI secara langsung,” tegas Letkol Dhavid. Bagi Sumiin, tembok baru rumahnya bukan sekadar pelindung dari angin dan hujan, melainkan fondasi harapan baru bagi masa depan cerah anak-anaknya.

Baca Juga: Terkait Permintaan Hakim Hadirkan Camat dan Kapolsek, Jaksa Bakal Tolak Hadirkan Camat Apalagi Bupati