[ad_1]
Situbondo, Memo
Ketimpangan harga Gula membuat petani memilih menjual tebunya ke luar daerah. sekitar 10.000 hektar lahan tebu sudah terjual ke PG di luar daerah karena petani tergoda karena harganya lebih mahal.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Hal ini tak hanya berpengaruh terhadap kemampuan giling Pabrik Gula, namun juga berpengaruh terhadap inflasi Produk Domistik Regional Bruto.( PDRB).
Anggota DPRD Situbondo H. Faisol mengungkapkan, petani menjual tebunya ke luar daerah, karena harga jualnya mahal.
“Pembiaran jual beli tebu ke luar daerah ini berdampak ke inflasi karena PDRB kita turun drastis. Ada berapa banyak uang keluar yang seharusnya di produksi Kabupaten sendiri,” Katanya Kamis, (6/8/2020).
Menurutnya, sekarang harga jual tebu di PG hanya Rp 60 ribu perkwintal. Sedangkan pedagang luar daerah membelinya seharga 74 ribu hingga 82 ribu perkwintal. Akibatnya pabrik Gula di Situbondo terus akan terancam kekurangan bahan baku.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
The post Puluhan Ribu Hektar Tebu Milik Petani Situbondo Di Jual Ke Luar Daerah appeared first on Memo Surabaya.
[ad_2]
Source link












