Ditanya wartawan seputar harapan petani lebih jauh dikatakan dia secepatnya dinas terkait melakukan normalisasi sungai. Tujuanya agar bisa menampung air hujan sehingga tidak sampai meluap kesawah.
Hal senada juga dikatakan Kaseno petani asal Desa Kepanjen Kecamatan Pace saat ditemui wartawan mengaku keluhan petani soal banjir dan gagal panen sudah sering dilaporkan kepada PPL, namun belum ada tanggapan dan tindakan dari dinas terkait. ” Petani sudah berulangkali mengadu petugas penyuluh, namun sampai saat sekarang belum ada tanggapan,” keluhnya.
Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri
Sementara ditempat terpisah ditegaskan Basori,Sag salah satu anggota DPRD Nganjuk dari komisi B sangat menyayangkan dengan kinerja pejabat dilingkup dinas terkait. Semestinya pihak dinas segera turun dan merumuskan tindakan yang diambil sesuai porsi persoalan yang dihadapi petani. ” Termasuk sosialisasi asuransi gagal panen jarang disampaikan ditingkat kelompok tani. Kerja PPL kesannya sibuk jual obat pertanian bekerjasama dengan pihak seller obat pertanian,” tegasnya.
Sekedar diketahui sampai berita ini ditulis,debet air belum tampak surut. Tanaman padi rata rata masih berumur satu bulan masih terendam banjir. (adi)












