Demonstrasi di Timor Leste memanas pada Selasa (16/9/2025) setelah bentrokan pecah antara massa dan polisi di jalanan ibu kota. Sekitar 2.000 demonstran memenuhi jalan dan membakar ban serta kendaraan pemerintah sebagai bentuk protes terhadap rencana parlemen membeli mobil dinas baru.
Protes yang dimulai oleh mahasiswa sejak Senin ini dipicu oleh keputusan Parlemen Nasional untuk membeli SUV Toyota Prado bagi ke-65 anggotanya. Rencana ini menuai kecaman keras karena dinilai tidak mengindahkan kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit.
“Kami ingin keputusan pembelian mobil itu dibatalkan,” ujar aktivis Domingos de Andrade, yang menuntut Ketua Parlemen Nasional membatalkan rencana tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, Perdana Menteri Xanana Gusmao dan Presiden Jose Ramos-Horta meminta demonstran untuk tidak menggunakan kekerasan.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
“Anda boleh menggelar demonstrasi untuk memprotes pemerintah dan parlemen ketika mereka berbuat salah, tetapi Anda tidak boleh menggunakan kekerasan,” kata Ramos-Horta.
Sebagai negara termuda di Asia Tenggara, Timor Leste bergulat dengan tingginya ketimpangan, malnutrisi, dan pengangguran, dengan perekonomian yang sangat bergantung pada minyak. Demonstran berjanji akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Baca Juga: Operasi "Smash and Grab": Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro












