“Kami menjadi pemasok utama bahan baku untuk briket yang selanjutnya diproduksi di pabrik Salatiga, sebelum diekspor ke kota-kota di Jazirah Arab sebagai bahan bakar shisha,” tambahnya.
Untuk menghasilkan arang berkualitas tinggi, dibutuhkan waktu hingga 12 jam. Arang dengan kualitas terbaik atau yang disebut sebagai nomor satu menjadi konsumsi utama bagi pasar ekspor.
Sementara arang dengan kualitas nomor dua lebih banyak dikonsumsi secara lokal.
Pengiriman arang dilakukan setiap tiga hari sekali dengan jumlah sebanyak 8 ton ke pabrik. Hal ini menghasilkan omset sebesar Rp500 juta setiap bulannya. (Heri)
Pada Hari Raya Iduladha, arang produksi Bang Jali mencapai angka penjualan yang mengesankan, mencapai 5 ton.
Pasar Ekspor Arang Tempurung Kelapa: Menjangkau Timur Tengah hingga Eropa
Selain memenuhi kebutuhan lokal, arang tersebut juga diekspor ke pasar Timur Tengah dan Eropa.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Bang Jali menjadi pemasok bahan baku utama untuk briket yang digunakan sebagai bahan bakar shisha.
Dalam menghasilkan arang berkualitas tinggi, Bang Jali membutuhkan waktu hingga 12 jam.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa arang tempurung kelapa produksi Bang Jali menjadi favorit masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha.












