Kebersamaan lain kata SBY, ketika dia mendapatkan amanah dari PBB bersama PM Inggris Cameron dan Presiden Liberia Sirleaf untuk memimpin High-Level Panel yang menyiapkan pemikiran dan rekomendasi tentang Sustainable Development Goals (pengganti MDGs yang jatuh tempo pada tahun 2015).
Menurut dia, pertimbangan untuk menjadikannya sebagai Co-Chair High-Level Panel PBB itu adalah berdasarkan penilaian PBB atas komitmen dan kesungguhan Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim dan menjalankan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
“Satu bulan sebelum akhiri tugas sebagai Presiden Indonesia, di UNHQ New York, atas dukungan Sekjen PBB Ban Ki-moon, saya terima amanah untuk pimpin Global Green Growth Institute (GGGI) yang bermarkas di Seoul, Korsel. GGGI berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang adil dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Menurut SBY, hampir semua kebersamaan nya dengan Ban Ki-moon adalah tentang bagaimana kerja sama dan kemitraan global dapat dibangun secara efektif, agar climate change dapat ditanggulangi dan pembangunan bangsa berorientasi pada sustainable growth with equity.












