Example floating
Example floating
Home

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Fokus Perguruan Tinggi pada Riset

Alfi Fida
×

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Fokus Perguruan Tinggi pada Riset

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Fokus Perguruan Tinggi pada Riset
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Fokus Perguruan Tinggi pada Riset

MEMO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan akan potensi persaingan ketat antara Indonesia dan Vietnam dalam menghadapi perkembangan riset dan teknologi. Dalam peresmian Konvensi Kampus dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia, Jokowi menyoroti kemajuan pesat Vietnam, memperingatkan bahwa ketidakseriusan dalam sektor ini dapat mengakibatkan Indonesia tergeser.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam konteks ini, penekanan pada peran strategis perguruan tinggi dan penelitian menjadi kunci utama.

Potensi Persaingan Indonesia dan Vietnam dalam Riset dan Teknologi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peringatan terhadap potensi persaingan yang dihadapi Indonesia dari Vietnam, mengacu pada seriusnya Vietnam dalam mengembangkan riset dan teknologi. Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi saat meresmikan Konvensi Kampus XXIX & Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya pada Senin (15/1/2024).

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Jokowi mencatat bahwa pendapatan per kapita Vietnam saat ini sekitar US$ 4.300, sedangkan Indonesia sudah mencapai US$ 5.100 per kapita. Meskipun demikian, Jokowi mengakui bahwa pencapaian Vietnam dalam bidang ekonomi bisa melampaui Indonesia jika tidak diantisipasi.

“Dalam tahun 1975, Vietnam baru saja keluar dari perang, artinya mereka unggul 30 tahun dari kita. Namun, mereka berkembang pesat dan dengan hati-hati meningkatkan pendapatan per kapita mereka, hampir menyamai kita,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi monoton dan terlalu santai, karena hal tersebut dapat membuat kita tergeser oleh Vietnam dalam berbagai aspek.

“Vietnam sangat serius dalam melakukan riset. Baru-baru ini, saat saya berada di Vietnam, saya mendapat informasi bahwa sebuah perusahaan di sana memiliki 2.400 peneliti di bidang riset dan pengembangan. Ini bukan berasal dari sektor publik, melainkan swasta. Mereka memberikan nilai tinggi pada aktivitas riset, dan hal ini juga terlihat di Tiongkok,” tambah Jokowi.

Kunci Kesuksesan Ekonomi: Keterlibatan Serius Perguruan Tinggi dalam Pengembangan SDM

Presiden juga mencatat bahwa di Vietnam, lembaga pendidikan dan industri memiliki keterkaitan yang kuat, memungkinkan mereka untuk menghasilkan sumber daya manusia yang diperlukan oleh negara.

“Universitas dan industri di Vietnam terhubung dengan baik. Mereka mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan negara. Ini luar biasa. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mulia untuk menjadi lembaga riset, dengan keberadaan dosen yang melimpah, peneliti, dan ribuan mahasiswa yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” papar Jokowi.

Dengan melihat hal tersebut, Jokowi berharap bahwa lembaga pendidikan di Indonesia juga dapat memainkan peran strategis dalam mencetak SDM yang unggul dan berkualitas, sambil tetap berinovasi untuk menghasilkan karya berkualitas.

“Kunci kesuksesan terletak pada perguruan tinggi. Bukan hanya pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tetapi pada perguruan tinggi yang memiliki fokus kuat pada riset dan pengembangan. BRIN dapat menjadi orkestrator, namun peran perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan harus diperkuat,” tutup Jokowi.

Mengamankan Posisi Indonesia: Peran Perguruan Tinggi dan BRIN dalam Menyongsong Era Riset dan Inovasi

Perguruan tinggi di Indonesia perlu memperkuat perannya sebagai lembaga riset yang dapat menghasilkan inovasi dan solusi untuk permasalahan bangsa. Hal ini mendukung visi pemerintah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Seiringnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diharapkan dapat berfungsi sebagai orkestrator, mengkoordinasikan upaya antara lembaga riset dan pemerintah.