Memo.co.id, BONDOWOSO – Masa depan pariwisata berbasis alam di wilayah timur Jawa Timur diprediksi akan semakin berkilau berkat kekayaan geologi yang tak tertandingi. Pihak Bapperida Bondowoso yakin Geopark menguat 22 anak gunung jadi modal besar yang mampu menarik minat peneliti dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bumi Ki Ronggo. Langkah strategis tengah disusun untuk memoles aset-aset alami ini agar tidak hanya menjadi sekadar tumpukan batu dan perbukitan, melainkan destinasi kelas dunia yang terintegrasi. Dengan status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG), Bondowoso memiliki tanggung jawab sekaligus peluang emas untuk membuktikan bahwa pelestarian alam bisa berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Keberadaan puluhan anak gunung ini bukan sekadar pemandangan indah, melainkan bukti sejarah letusan dahsyat masa lalu yang kini bertransformasi menjadi laboratorium alam raksasa di tahun 2026 ini.
Keunggulan Geologi Bondowoso di Mata Internasional Melalui Ijen Geopark
Keyakinan pemerintah daerah untuk membawa Bondowoso ke kancah global bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Saat Bapperida Bondowoso yakin Geopark menguat 22 anak gunung jadi modal besar, hal ini didasarkan pada keunikan morfologi wilayah yang jarang ditemukan di belahan bumi lain. Ke-22 anak gunung ini merupakan hasil dari aktivitas vulkanik purba yang menciptakan keragaman ekosistem dan formasi batuan yang unik. Bapperida menilai, kekayaan ini adalah identitas kuat yang membedakan Ijen Geopark dengan situs geopark lainnya di Indonesia maupun dunia.
Proses penguatan ini melibatkan berbagai lintas sektor, mulai dari infrastruktur akses jalan hingga digitalisasi informasi di setiap titik geosite. Bapperida berkomitmen untuk menjaga keaslian situs-situs tersebut agar tetap sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan UNESCO. Selain aspek geologi, unsur kebudayaan lokal dan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang tumbuh di lereng-lereng anak gunung tersebut juga terus didata untuk dikemas menjadi paket wisata edukatif yang komprehensif.
Pihak Bapperida juga menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah keberlanjutan. Tidak hanya soal mendatangkan ribuan turis, tetapi bagaimana menjaga agar warisan alam ini tetap utuh bagi generasi mendatang. “Kami ingin menjadikan 22 anak gunung ini sebagai pilar ekonomi baru. Branding Bondowoso sebagai ‘The Highland Paradise’ akan semakin nyata dengan pengelolaan geopark yang profesional,” ujar salah satu pejabat Bapperida dalam forum koordinasi daerah.
Kerja sama dengan akademisi dan ahli geologi terus ditingkatkan untuk memetakan potensi riset yang bisa dilakukan di Bondowoso. Dengan semakin banyaknya peneliti internasional yang melirik wilayah ini, maka nama Bondowoso akan semakin sering muncul dalam literatur ilmiah dunia. Hal ini secara otomatis akan memperkuat posisi tawar daerah dalam mendapatkan dukungan anggaran pusat maupun investasi hijau yang ramah lingkungan di masa depan.
Optimisme Pembangunan: Bapperida Bondowoso Yakin Geopark Menguat 22 Anak Gunung Jadi Modal Besar
Pergeseran tren wisata ke arah ecotourism menjadi peluang emas bagi Bondowoso. Fakta bahwa Bapperida Bondowoso yakin Geopark menguat 22 anak gunung jadi modal besar memberikan harapan baru bagi pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan krisis global. Sinergi antara pemerintah dan anak muda kreatif diharapkan mampu menciptakan konten-konten digital yang menarik sehingga keindahan 22 anak gunung ini bisa viral secara positif dan mengundang rasa penasaran dunia di tahun 2026.
Visi besar di mana Bapperida Bondowoso yakin Geopark menguat 22 anak gunung jadi modal besar adalah langkah berani yang patut didukung oleh seluruh elemen warga. Alam telah memberikan modal yang luar biasa, kini tinggal bagaimana tangan-tangan kreatif kita mengolahnya tanpa merusak. Mari kita jaga bersama kebersihan dan kelestarian situs geopark kita, agar Bondowoso benar-benar menjadi mutiara dari timur yang membanggakan Indonesia. Masa depan cerah pariwisata Bondowoso kini sudah di depan mata, mari kita jemput dengan kerja nyata dan dedikasi tinggi.
FAQ
Apa itu Ijen Geopark? Sebuah kawasan geografis tunggal yang memiliki situs warisan geologi bernilai internasional, mencakup wilayah Bondowoso dan Banyuwangi.
Karena formasi geologinya merupakan bukti evolusi bumi yang unik dan memiliki potensi besar untuk riset ilmu pengetahuan serta pariwisata.
Meningkatkan promosi internasional, membuka lapangan kerja baru di sektor jasa wisata, dan mendorong pembangunan infrastruktur desa.
Tersebar di wilayah dataran tinggi Bondowoso, terutama yang mengelilingi kawasan Kaldera Ijen Purba.












