“Kami sedang membangun taman industri hijau seluas 30 ribu hektare,” katanya. Selain itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar yang berbasis hutan dan alam juga telah dimulai.
Presiden menjelaskan bahwa terdapat peluang investasi yang luas bagi para investor di beberapa sektor di IKN. “Nilai investasinya mencapai 25 miliar dolar AS dan terbuka lebar, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan sektor lainnya,” tambahnya.
Terakhir, Presiden menekankan potensi investasi yang tinggi di sektor pendidikan dan kesehatan. “Jumlah penerimaan mahasiswa meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya. Hampir 2 juta orang Indonesia masih melakukan perawatan kesehatan di luar negeri,” ujar Presiden.
Dalam pertemuan dengan para CEO perusahaan Australia, Presiden Jokowi menyoroti beberapa sektor prioritas yang memiliki potensi tinggi bagi para investor.
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
Hilirisasi industri, pengembangan industri baterai mobil listrik, energi hijau, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sektor pendidikan serta kesehatan menjadi fokus yang menawarkan peluang investasi yang luas.
Dengan potensi investasi yang besar, Indonesia berkomitmen untuk menjadi tujuan investasi yang menarik dan mengundang investor Australia untuk menanamkan modalnya di negara ini.












