Menurutnya, dengan teknik penyajian yang tepat, kualitas dan kekhasan kopi Magetan bisa makin dikenal, bahkan berdaya saing di luar daerah. Ia menegaskan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, tapi bentuk nyata mendukung ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto atau yang akrab disapa Bang Yos, turut hadir memberikan apresiasi. Ia menyebut sinergi antara kepolisian dan dinas pariwisata ini merupakan langkah strategis memperluas jangkauan kopi daerah.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Keterampilan meracik kopi bisa menjadi jalan membuka usaha baru. Apalagi kopi Magetan punya rasa khas yang bisa jadi daya tarik tersendiri,” ujar Bang Yos.
Pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias saat mencoba langsung membuat kopi dengan teknik “disruput” – metode mengecap rasa secara maksimal. Momen ini menjadi puncak semangat dalam sesi praktik.
Diharapkan, lewat pelatihan ini, Polwan dan Bhayangkari tak hanya punya keterampilan tambahan, tapi juga turut berperan sebagai duta kopi lokal yang mengenalkan cita rasa khas Magetan ke masyarakat luas.












