Example floating
Example floating
Home

PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

A. Daroini
×

PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

Sebarkan artikel ini
PKB Sepakat, Menolak Jika  Cak Imin Diposisikan Jadi Cawapres, Harus Presiden !

Jakarta, Memo

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengaku tak rela apabila Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diposisikan sebagai cawapres. Berkoalisi dengan partai manapun, PKB menempatkan Cak Imin sebagai calon Presiden.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Pria yang dekat dipanggil Gus Jazil menjelaskan, argumennya ialah karena keputusan itu sudah tercantum pada Kongres ke-V PKB pada 2019. Hingga untuk PKB, Cak Imin sebagai harga mati sebagai calon presiden PKB.

“Saya individu tidak ikhlas (Cak Imin jadi calon wakil presiden). (Saya) sebagai Waketum Sektor Pemenangan, tidak ikhlas lah,” kata Jazilul saat diwawancarai di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Maka dari itu, Jazilul menjelaskan, partainya tetap buka komunikasi dengan parpol yang lain untuk cari titik jumpa dalam tentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal tersebut dilaksanakan karena dianya sadar jika partainya tidak dapat jalan sendiri untuk mengangkat pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

“Politik ada titik temu, awalnya tentu sepakat, karena maksudnya ingin konsolidasi menang. Ada dua tahapan yang beramai-ramai ini baru tahapan mencalonkan siapa calonnya kemudian tahapan selanjutnya sesudah ada calon yang mana menang,” terang Jazilul.

Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, pembangunan konsolidasi masih cair. Hingga, ada banyak peluang beberapa calon yang akan bertanding mengganti ketetapannya dekati Pemilu 2024.

“Ini masih aktif itu perubahannya demikian calon ada apa calon-calon ini selanjutnya berbeda? Dapat saja berbeda itu umumnya mepet-mepet Pemilu,” sambungnya.

Tetapi, dia kembali memperjelas status PKB sampai sekarang ini masih tetap mengangkat Cak Imin sebagai calon presiden 2024. Walau harus ikhlas bersepakat jika sudah bergabung dalam konsolidasi.

“Yang mana terima, itu yang lebih gampang komunikasi. Nach tapi karena sepakat ya kita membuka beberapa opsi, terhitung dengan Gerindra,” sebut Jazilul.

“Amanat Kongresnya kan demikian amanat dari barisan PKB kan calon presiden, Jika andaikan terima wakil presiden itu hasil sepakat itu, hasil perbincangan,” ujar ia.