Example floating
Example floating
Peristiwa

Pesawat Perintis Dihadang dan Dibakar 10 Orang Bersenjara Laras Panjang

Andika Sifaul Muna
×

Pesawat Perintis Dihadang dan Dibakar 10 Orang Bersenjara Laras Panjang

Sebarkan artikel ini

Papua, Memo

Pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dihadang 10 orang bersenjata laras panjang dan dibakar di Bandara Kampung Pagamda, Kabupaten Intan Jaya , Papua. Pesawat dipiloti Alex Luferchek berkebangsaan Amerika Serikat.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, mengatakan bahwa pihaknya telah mednpatakan keterangan dari pilot pesawat, bahwa setelah mendarat di Bandara Kamping Pagamda ( bandara perintis milik MAF ), tiba tida dihadang 10 orang membawa senajata laras panjang. Sebagian lagi membawa senjata laras pendek.

“Informasi didapat dari pilotnya, menjelasakan jika pesawat mendarat di Bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga. Saat mendarat, tiba-tiba keluar 10 orang lebih dengan membawa senjata kemudian meminta pilot untuk duduk di samping pesawat,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, di Timika, Papua, Jumat 8/1/2021).

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Menurut Kapolda Papua, ada spekulasi tertentu yang melibatkan orang lain atau pihak ketiga yang membocorkan informasi tentang kedatangan pesawat tersebut. Paulus Waterpauw mempertanyakan, ada KKB yang mengetahui kedatangan pasawat tepat waktu kemudian menghadang pilot dan membakarnya. Mereka terdiri dari 10 orang anggota KKB, pastinya mednapatkan informasi sebelumnya.

Pasti ada informan yang bekerja sama dengan KKB yang membakar pesawat MAF itu. Polisi pun memastikan akan menyelidiki, termasuk memeriksa dua penumpang pesawat tersebut. “Siapa dua orang yang mencarter pesawat itu, apa dia tokoh, atau dia masyarakat di situ atau yang lainnya, sepertinya memang pesawat yang membawa bahan-bahan makanan itu sudah ditunggui,” sebut Paulus.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian di Polda Papua masih melakukan penyelidikan . Namun, pihaknya belum bis amelakukan kroscek langsung ke TKP . Sebab, lokasi tempat pembakaran pesawat tersebut sangat terisolir. Satu-satunya transportasi yang bisa digunakan adalah pesawat, mengingat lokasi pembakaran ada di ketinggian yang sangat ekstrem dan tidak ada jaringan komunikasi. ( ed )