GoTo akhirnya memberikan klarifikasi terkait dua rumor besar yang beredar mengenai Tokopedia, yaitu rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan penghentian sebagian besar layanan. Berbeda dengan isu PHK yang dijawab dengan diplomasi, rumor penghentian layanan langsung dibantah oleh GoTo. Namun, perubahan besar tampaknya akan terjadi di internal Tokopedia seiring dengan masuknya ByteDance sebagai pengendali baru.
Baca Juga: Menteri Koperasi Teten Masduki Ungkap Risiko Temu pada UMKM
ByteDance Hancurkan Budaya Kerja?
GoTo akhirnya memberikan klarifikasi mengenai dua rumor seputar Tokopedia, yakni terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan penghentian sebagian besar layanan. Berbeda dengan jawaban yang lebih diplomatis tentang rumor PHK, GoTo langsung membantah kabar penghentian sebagian besar layanan Tokopedia.
Rumor tentang PHK besar-besaran di Tokopedia pertama kali dihembuskan oleh akun media sosial Ecommurz, yang sering menyebarkan rumor dari pekerja startup Indonesia kepada pengikutnya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Ada dua desas-desus yang disebarkan oleh Ecommurz. Pertama, ByteDance sebagai induk usaha TikTok dan Tokopedia menilai bahwa 70 persen dari 2.772 karyawan Tokopedia tidak dibutuhkan atau redundant.
Berdasarkan penilaian tersebut, menurut Ecommurz, ByteDance ingin memangkas jumlah pegawai Tokopedia menjadi hanya “ratusan.”
Kedua, efisiensi juga akan dilakukan dalam hal teknologi dan layanan yang digunakan secara internal oleh pegawai Tokopedia. ByteDance ingin mengganti 80 persen dari perangkat internal Tokopedia dengan solusi yang dikembangkan sendiri oleh ByteDance dan selama ini digunakan oleh pegawai TikTok.
Dengan demikian, rumor yang beredar sebenarnya bukan tentang penghentian layanan Tokopedia kepada mitra dan pelanggan, melainkan penggantian perangkat lunak yang selama ini dibangun sendiri oleh Tokopedia dengan solusi milik ByteDance dari China.
Dari kedua rumor tersebut, dapat disimpulkan bahwa merger Tokopedia dan TikTok Shop akan berdampak besar pada “pegawai teknologi” Tokopedia. Pekerja yang terdampak bisa signifikan karena Tokopedia sangat agresif merekrut programmer dan melakukan pengembangan secara internal dibandingkan dengan unicorn RI lainnya.
Pada tahun 2020, misalnya, DailySocial melaporkan bahwa aplikasi Tokopedia didukung oleh 12 ribu jenis perangkat. Pada tahun yang sama, jumlah pekerja teknologi (engineer) di Tokopedia sudah melampaui 1.000 orang.
Cara kerja tim teknologi di Tokopedia mengusung konsep microservice, yakni 300 layanan skala lebih kecil yang mendukung satu aplikasi utama.
Tokopedia juga terkenal dengan ajang Tokopedia Academy, yaitu konferensi teknologi khusus programmer Indonesia. Pendiri Tokopedia yang kini sudah melepas posisi CEO Tokopedia dan anggota dewan komisaris GoTo, William Tanuwijaya, mengatakan bahwa Tokopedia Academy adalah upaya Tokopedia untuk berbagi sekaligus belajar bersama programmer Indonesia.
“Tokopedia bisa berkembang karena ada guru. Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan menjadi pengalaman terbaik. Pengetahuan ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang sedang membangun startup atau korporasi yang sedang menuju transformasi, dengan mengambil intisari dari pengalaman kami sehingga tidak perlu melakukan kesalahan yang sama,” terang William.
Gaya kerja Tokopedia ini berbeda dengan “saudara”-nya di GoTo, yaitu Gojek, yang mengandalkan programmer di luar negeri sebagai tulang punggung aplikasinya sejak 2016.
Masuknya ByteDance sebagai pengendali baru tampaknya akan membawa perubahan besar pada “Budaya Berbagi Ilmu” yang diproklamasikan oleh William dan mitra pendirinya Leonitus Alpha Edison. Programmer di Tokopedia kini harus menerima hasil karya dari China.
Cengkraman kuat Bytedance di Tokopedia juga bisa mengakhiri kejayaan e-commerce lokal dalam melawan gempuran platform milik asing. William dan Leon yang selama ini kuat bertahan, bahkan menang melawan Rakuten, OLX, dan JD.com, kini menghadapi tantangan baru.
Dampak Merger Tokopedia dan TikTok Shop Terhadap Karyawan dan Budaya Kerja
Masuknya ByteDance sebagai pengendali baru Tokopedia membawa dampak signifikan, terutama bagi karyawan teknologi di perusahaan tersebut. Rumor yang beredar menunjukkan bahwa ByteDance berencana untuk memangkas jumlah karyawan secara besar-besaran dan menggantikan perangkat lunak internal Tokopedia dengan solusi yang dikembangkan oleh ByteDance. Langkah ini dapat berdampak negatif pada karyawan yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan teknologi di Tokopedia.












