Kediri, Memo
Sebagai upaya dalam percepatan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Kota Kediri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) sasar siswa SMA di Kota Kediri untuk melakukan perekaman, Kamis (13/2). Kegiatan bertajuk “Perekaman KTP-El Goes To School” tersebut berlangsung mulai tanggal 10 Februari hingga 13 Maret 2025 di 13 SMA/sederajat.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
“Kegiatan Perekaman KTP-El Goes To School di tahun 2025 menyasar anak berusia 16 tahun plus sudah kita adakan perekaman KTP-El, nanti baru bisa dicetak saat anak itu sudah berusia 17 tahun,” jelas Marsudi Nugroho, Kepala Dispendukcapil Kota Kediri.
Sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan ke sekolah-sekolah mengenai data nama siswa yang harus melakukan perekaman KTP-El. Akan tetapi, sambung Marsudi, apabila terdapat sekolah yang belum terjadwal melakukan perekaman, dapat melayangkan permohonan kepada Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Kediri.
Adapun jadwal Kegiatan Perekaman KTP-El Goes To School sebagai berikut: SMAN 1 Kediri tanggal 10-11 Februari, SMAN 2 Kediri tanggal 12-13 Februari, SMAN 5 Taruna Brawijaya tanggal 14 Februari, SMAN 3 Kediri tanggal 17-18 Februari, SMAN 4 Kediri tanggal 19-20 Februari, MAN 1 Kediri tanggal 21 Februari, SMAN 6 Kediri tanggal 24-25 Februari, SMAN 7 tanggal Februari 26-27 Februari, MAN 2 Kediri tanggal 28 Februari, SMAN 8 Kediri tanggal 3-4 Maret, SMKN 1 Kediri tanggal 5-6 Maret, SMKN 2 Kediri 10-11 Maret tanggal 10-11 Maret, dan SMKN 3 Kediri tanggal 12-13 Maret.
Ia menjelaskan target perekaman KTP-El tahun 2025 secara keseluruhan sebanyak 9.000 perekaman yang mencakup 2.000 perekaman bagi siswa berusia 16 tahun plus.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
“Alhamdulillah sejauh ini berjalan dengan lancar, namun ada beberapa kendala yang dihadapi petugas, seperti: ada siswa yang belum bersedia melakukan perekaman di sekolah dengan berbagai alasan,” terangnya. (Kd-Kominfo)












