Adapun daftar wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam kurun waktu satu minggu ke depan adalah sebagai berikut:
26-27 Desember: Wilayah-wilayah di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
28-29 Desember: Daerah yang sama seperti sebelumnya, ditambah Sulawesi Barat dan Papua Barat.
30 Desember-1 Januari: Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem mencakup Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Prakiraan Cuaca dan Ancaman Cuaca Ekstrem: Persiapan Dini untuk Wilayah-Wilayah Terdampak
Dari hasil prakiraan BMKG, Indonesia diprediksi akan mengalami perubahan cuaca signifikan dalam beberapa waktu ke depan. Wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan di musim hujan, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, kini diprediksi akan mendapat curah hujan secara rutin.
Fenomena atmosfer seperti gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola cuaca di beberapa wilayah. Sementara itu, Sirkulasi Siklonik yang terpantau di Laut China Selatan juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan cuaca.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Fenomena ini berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat, dan bahkan hujan es di sejumlah wilayah. BMKG memperingatkan agar wilayah-wilayah terdampak siap menghadapi potensi cuaca ekstrem ini demi mengurangi risiko bencana alam.












