“Ini pertama kalinya saya menghadiri perayaan Cap Go Meh secara langsung. Saya berharap perayaan ini dapat membawa kebahagiaan dan mempererat persatuan seluruh warga Kota Bekasi,” kata Gani.
Tokoh Tionghoa Bekasi, Ronny Hermawan, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek, yang selalu dilaksanakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Ia juga menuturkan bahwa esensi dari perayaan Cap Go Meh adalah ruwatan bumi, yakni upaya membersihkan energi negatif dan mendatangkan keberkahan.
“Semoga arak-arakan para dewa ini membawa aura positif yang dapat menangkal bencana serta segala hal buruk,” ujar Ronny.
Tak hanya dihadiri oleh masyarakat Tionghoa, perayaan Cap Go Meh juga disambut hangat oleh warga dari berbagai latar belakang. Mereka memadati jalanan untuk menyaksikan arak-arakan yang megah dan penuh warna.












