MEMO – Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya partisipasi perempuan dan pelaku usaha kecil dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui kolaborasi antara perempuan dan UMKM.
“Program MBG diharapkan menjadi ekosistem usaha baru yang melibatkan anak muda, pengusaha, dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dengan program ini, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat tetapi juga memberikan dampak strategis pada perekonomian lokal,” jelas Maman pada Minggu, 26 Januari 2025.
Baca Juga: Mahasiswa Mendadak Jadi Konsultan UMKM? Ini Dia Jurus Baru dari Kementerian UMKM!
Menurut data dari Kementerian UMKM, terdapat sekitar 2,9 juta pelaku usaha kuliner di Indonesia, dan hampir setengahnya atau sekitar 49% dikelola oleh perempuan. Selain itu, terdapat sekitar 30.900 UMKM jasa katering yang dianggap memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penyediaan makanan bergizi melalui program MBG.
Pemerintah telah menargetkan pembangunan 30.000 titik penyedia makanan bergizi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun, Maman menegaskan pentingnya pendampingan usaha dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM agar program ini dapat berjalan dengan optimal.
Baca Juga: Legislator Dorong Bank Sentosa Bantu UMKM, Komitmen BPR Jadi Motor Ekonomi Lokal












