Menurut Wati, tradisi belanja emas ini berlaku setiap tahun di momen lebaran. Perorang bisa menghabiskan Rp 10 sampai Rp 50 juta untuk belanja perhiasan emas.
“Karena tradisi, kalau lebaran emas itu laris manis. Dihitung belanja perorang, karena warga lamongan itu mampu dan tergolong kaya jadi setiap pembelian itu ada yang Rp 10 jt, Rp 15 juta sampai Rp 50 juta ada,” tuturnya.
Belanja besar-besaran akan perhiasan emas ini, lumrah karena saat musim panen warga cenderung berinvestasi ke emas, kemudian dijual kembali ketika waktu tanam tiba.
“Kalau penjualan nyaris tidak ada yang ada itu beli atau tukar tambah. Ramainya itu puncak biasanya H-3 makin ruamai,” terangnya.(sls)












