Example floating
Example floating
Tekno Digi

Penggunaan Teknologi AI dalam Strategi Militer AS, Project Maven

Alfi Fida
×

Penggunaan Teknologi AI dalam Strategi Militer AS, Project Maven

Sebarkan artikel ini
Penggunaan Teknologi AI dalam Strategi Militer AS, Project Maven
Penggunaan Teknologi AI dalam Strategi Militer AS, Project Maven

MEMO

Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai senjata perang oleh Amerika Serikat (AS) dalam Project Maven telah menimbulkan kontroversi. Meskipun Google telah mundur dari kerja sama tersebut, AS tetap menggunakan teknologi AI untuk mengidentifikasi target potensial di Timur Tengah. Bagaimana dampak dan implikasi dari penggunaan teknologi ini?

Baca Juga: Apple dan Nvidia Siapkan Investasi Raksasa di OpenAI!

AS Terus Gunakan Teknologi AI untuk Perang!

Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi bagian dari strategi perang Amerika Serikat (AS). AI digunakan untuk mengidentifikasi target potensial di medan perang. Ini merupakan hasil dari Project Maven, sebuah kolaborasi antara Pentagon dan Google.

Meskipun Google telah mundur dari kerja sama tersebut karena tekanan internal, AS masih menggunakan teknologi AI untuk kepentingan militer di Timur Tengah.

Baca Juga: Telkom Buka IndigoSpace Bali: Pusat Startup Terbaru yang Revolusioner!

Meskipun demikian, penggunaan teknologi ini tetap melibatkan pengawasan manusia. Seorang pejabat tinggi militer AS, Schuyler Moore, menjelaskan bahwa teknologi AI digunakan untuk mengidentifikasi target menggunakan data dari drone atau satelit.

Namun, keputusan untuk menyerang dan senjata yang digunakan tetap merupakan hasil dari pertimbangan manusia.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta

Meski terdapat kritik terhadap penggunaan teknologi ini, terutama dari karyawan Google, namun teknologi AI terbukti efektif dalam mengidentifikasi target dan memfasilitasi operasi militer AS di Timur Tengah.