MEMO, Jakarta:Kecerdasan buatan (AI) telah membawa dampak signifikan dalam industri penyiaran radio, mengubah cara operasional dan menggurasi konten radio di era digital.
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mengungkapkan bahwa kehadiran AI memperkuat kemampuan radio dalam bersaing dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Baca Juga: Rakor MKKS SMPN Se-Kabupaten Kediri, Kadis Fokuskan Peningkatan Mutu Pendidikan dan MKKS Yang Solid
Dalam acara tersebut, Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menyatakan keyakinannya bahwa AI akan memainkan peran penting dalam memperkuat prevalensi radio bagi masyarakat.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Operasional Radio: Menggurasi Konten dan Lebih Banyak Lagi
Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, telah menjadi perkembangan digital terkini yang sangat penting saat ini. Salah satu bidang yang terpengaruh oleh AI adalah media penyiaran, khususnya radio.
Radio masih tetap menjadi media yang relevan hingga saat ini, dan penggunaan AI dianggap memiliki dampak signifikan dalam penyiaran radio. Hal ini diungkapkan oleh I Hendrasmo, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).
“Dampak yang signifikan telah diberikan oleh kecerdasan buatan pada industri penyiaran radio. Kehadiran AI akan mengubah cara operasional radio, termasuk dalam hal mengatur konten dan aspek lainnya,” ujarnya dalam Diskusi Publik yang diadakan di Gedung RRI, Jakarta, pada hari Selasa, tanggal 4 Juli 2023.
Mempertahankan Esensi Radio dengan Kecerdasan Buatan: Keberadaan Lokal dan Keakraban Tetap Terjaga
“Kami yakin bahwa AI akan memperkuat kemampuan radio dalam bersaing di era digital,” tambahnya.
Meskipun terdapat perubahan yang sedikit dengan penggunaan AI, esensi dari radio tetap dipertahankan. Radio memiliki karakteristik seperti keberadaan lokal, personalisasi, dan kesan keakraban yang menjadi ciri khasnya.
“Tetapi dengan segala perubahan itu, RRI akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan terus menghadapi tantangan yang ada,” kata Hendrasmo.
“Yang terutama, kami akan terus memperkuat peran kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya. Selain itu, dalam acara tersebut, Mohammad Kusnaeni, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, juga memberikan contoh pemanfaatan AI.
Dia memperlihatkan penggunaan AI dalam penyampaian informasi. “Saya telah membuat contoh tersebut tanpa biaya hanya dengan memanfaatkan Wifi. Saya menggunakan perangkat lunak AI ‘teks ke ucapan’ dan ‘teks ke video’ secara gratis,” ungkap Kusnaeni.
Menurutnya, perkembangan AI sudah sangat pesat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di luar negeri. Bahkan, di Eropa, AI telah mengubah proses bisnis di berbagai sektor industri.
“AI juga dianggap sebagai budaya yang paling merisaukan, dan memiliki potensi untuk mengubah peradaban manusia. Melalui diskusi ini, kita akan mengamati perkembangan AI di masa depan,” katanya.
Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) telah mengadakan diskusi publik mengenai pengaruh kecerdasan buatan dalam industri radio. Acara ini dilaksanakan di Auditorium M. Jusuf Ronodipuro RRI Jakarta, pada hari Selasa, tanggal 4 Juli 2023, pukul 09.00 WIB.
Perkembangan kecerdasan buatan telah memberikan dampak yang signifikan pada industri penyiaran radio. Meskipun AI membawa perubahan dalam operasional radio, esensi dari radio seperti keberadaan lokal, personalisasi, dan kesan keakraban tetap terjaga.
LPP RRI dan anggota Dewan Pengawasnya, Mohammad Kusnaeni, menyoroti potensi pemanfaatan AI dalam penyampaian informasi secara efisien dan tanpa biaya tambahan.
Perkembangan AI yang pesat di Indonesia dan di seluruh dunia juga menjadi perhatian, dengan AI dianggap sebagai budaya yang mengubah peradaban manusia.
Diskusi publik ini menjadi wadah untuk mengamati perkembangan AI di masa depan dalam industri penyiaran radio.












