Demi untuk mendapatkan uang, kakek betubuh lusuh ini tampaknya tak menghiraukan bau busuk sampah dan sengatan matahari. Baginya karena sudah terbiasa akhirnya dijalaninya dengan biasa juga. Artinya dengan kondisi seperti itu baginya bukan sebuah hambatan untuk menjalankan profesinya sebagai pemulung. Sampah baginya adalah berkah sebagai sumber kehidupan.
Saat ditanya wartawan soal kondisi kesehatanya apakah sering mengalami sakit ?. Diakui oleh dia, sering mengalami sakit ringan seperti batuk atau pegal pegal sejak ditinggalkan istri tercintanya meninggal dunia. ” Menawi kulo gerah sakmeniko pun boten wonten seng ngrawat kulo, mergi istri kulo pun kapundut,” akunya.
Baca Juga: Keajaiban Sedekah, Pengakuan Tom MC Ifle | 10 Hal Ini Akan Merubah Hidup Kamu
Sejak ditinggalkan istri tercintanya, kini Mbah Sugeng menjalani hidup hanya sebatangkara tanpa ditemani siapapun. Karena sejak menikahi almarhumah istrinya ini tidak dikaruniai anak. ” Kuncine sabar tawaqal sabar lan narimo mas.,” tuturnya.
Ditanya wartawan juga bagaimana perhatian pemerintah desa dengan kondisi hidupnya di bawah garis kemiskinan ini. ” Menawi diparingi bantuan geh kulo tampi, menawi boten diparingi boten nopo nopo,” jawabnya apa adanya.
Baca Juga: Viral ! Batu Hidup di Rumania Bisa Tumbuh dan Bergerak gerak












