“Saya memang usul, yang dibutuhkan hari ini itu isolasi terpusat (isoter) untuk ibu hamil. Jadi jika ada bumil yang terkonfirmasi positif maka kemungkinan bisa mendapatkan treatment yang komprehensif di sini,” tandas Khofifah.
Terkait kapan akan diresmikan, Khofifah tidak menyebutkan pasti kapan. Menurutnya, yang patut disyukuri saat ini, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit bagi pasien COVID-19, sudah jauh menurun. Misalnya BOR RS darurat lapangan sudah 34 persen, BOR rumah observasi 26 persen dan BOR isolasi 45 persen. Sedangkan BOR ICU sudah 60 persen.
“Kami akan dikomunikasikan dengan Koarmada II, akan didiskusikan bahwa tempat ini bisa difungsikan sebagai isoter bagi ibu hamil. Tempat ini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk warga Surabaya, Gresik, atau yang sekitarnya,” tegasnya.












