Kediri, Memo –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sedang bersiap menyambut kehadiran museum baru yang diharapkan menjadi “rumah” bagi jejak sejarah bumi Panjalu. Sebagai langkah awal perkenalan, Pemkab Kediri menggelar pameran temporer di lokasi calon museum, tepatnya di Jalan Toton Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Di dalam area pameran, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah artefak bersejarah serta bocoran desain interior dari museum masa depan. Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Dewi itu mengungkapkan harapannya bahwa peluncuran penuh museum ini bisa dilakukan oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pada akhir tahun 2025.
“Bismillah ya, doakan saja, semoga cepat terlaksana,” tutur Mbak Dewi optimis usai acara pre-launching pada Selasa, 17 Juni 2025.
Dalam pre-launching ini, Pemkab Kediri juga aktif melibatkan para pegiat sejarah lokal. Mereka diajak untuk memberikan saran dan masukan berharga terkait rencana pembangunan Detail Engineering Design (DED) museum. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun museum yang representatif dan akurat secara historis.
Beberapa koleksi yang dipamerkan diperkirakan berasal dari abad ke-10, menambah daya tarik pameran ini. Mbak Dewi menambahkan bahwa Bupati Hanindhito Himawan Pramana memiliki visi besar untuk museum ini.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
“Sesuai dengan harapan Mas Bup, museum ini bisa menjadi tempat perjalanan sejarah, history, asal-usul Kabupaten Kediri yang dikemas dalam museum ini,” jelasnya. Dengan demikian, museum diharapkan tidak hanya sebagai tempat pameran, tetapi juga pusat edukasi yang mendalam.
Mbak Dewi secara khusus menyoroti pentingnya museum ini dalam memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai asal-usul Kabupaten Kediri. Harapannya, generasi penerus dapat lebih mengenal dan menghargai warisan budaya serta sejarah daerahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa seluruh koleksi yang dipamerkan dalam pameran temporer ini adalah murni temuan dari wilayah Kabupaten Kediri.
Ia menekankan bahwa koleksi yang saat ini dipajang hanyalah sebagian kecil, sekitar enam persen, dari total artefak yang telah ditemukan melalui berbagai sumber, termasuk hasil ekskavasi dan evakuasi.
“Ini masih sekitar enam persen saja, belum nanti ketambahan dari museum lama di Gedung Bhagawanta Bhari,” terang Mustika.
Mustika Prayitno Adi berharap museum baru ini dapat menjadi “rumah baru” yang layak bagi seluruh peninggalan bersejarah dari berbagai abad, yang secara komprehensif merepresentasikan perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kediri. (Adv/Kominfo)












