Sebelumnya, Kemenkeu juga telah menghitung modal yang akan digelontorkan oleh calon legislatif yang akan bersaing di Pemilu 2024, baik di DPR maupun DPRD. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kemenkeu, Abdurohman, menggunakan data daftar calon legislatif tetap (DCT) Pemilu 2019 sebagai dasar perhitungan. Menurutnya, ada 580 kursi DPR, 2.372 DPRD provinsi, dan 17.510 DPRD kabupaten/kota.
Kalkulasi Dampak Ekonomi: Modal Caleg, Belanja Pemerintah, dan Proyeksi PDB
Abdurohman menyebutkan bahwa sekitar 8.037 calon legislator akan bersaing merebut kursi DPR, dengan total 258.631 calon legislator yang bersaing untuk kursi DPRD tingkat I dan II pada Pemilu 2019.
“Dengan asumsi pengeluaran calon legislatif pusat sebesar Rp1 miliar dan calon legislatif DPRD sebesar Rp200 juta per orang, dampak total pada lembaga non-profit yang melayani rumah tangga diperkirakan naik sebesar 4,72 persen pada tahun 2023 dan 6,57 persen pada tahun 2024,” tambahnya.
Abdurohman percaya bahwa kontribusi finansial dari calon legislatif dapat mengatasi risiko pelemahan ekonomi global. Ia optimis bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai 5,1 persen pada 2023 dan 5,2 persen pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2023 mengalami penurunan menjadi 4,94 persen secara tahunan, mengalami perlambatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,73 persen.
Pemilu 2024: Dampak Keuangan dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dengan perhitungan modal caleg dan dampaknya terhadap lembaga non-profit yang melayani rumah tangga, Kementerian Keuangan memproyeksikan kenaikan sebesar 4,72 persen pada tahun 2023 dan 6,57 persen pada tahun 2024.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Abdurohman dari Badan Kebijakan Fiskal optimis bahwa kontribusi finansial caleg dapat menjadi solusi dalam menghadapi risiko pelemahan ekonomi global. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada kuartal III 2023, proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan optimisme dengan angka 5,1 persen pada 2023 dan 5,2 persen pada tahun berikutnya.












