[ad_1]
Situbondo , MEMO
Aktifitas bongkar muat di Situbondo Jawa Timur dijeluhkan masyarakat, terutama para pengguna jalan, karena di anggap mengganggu arus lalulintas. Adanya truk bongkar-muat barang di titik tertentu memaksa memakan bahu jalan.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
“Yang jelas adanya aktifitas bongkar muat setiap hari mengganggu pengguna jalan bahkan, tidak jarang keberadaanya menuai kemacetan dan pemkab lebih serius lah untuk memperhatikan hal ini” ujar Sutiono warga setempat, Jumat (5/4/2019).
Menurut masyarakat Situbondo mengatakan, pembangunan terminal bongkar muat itu hanya sebuah wacana saja, beberapa kali warga mengkomunikasikan kepada, dinas terkait tentang aktifitas bongkar muat namun hingga kini masih belum ada tanggapan serius.
Masyarakat beranggapan, Kalaupun terkendala anggaran yang menjadi alasan pemkab tetapi buktinya selama ini pemkab bisa terus membangun insfrastruktur di Situbondo dengan nilai anggaran yang fantastis. Namun kenapa untuk terminal bongkar muat tidak terlibat perencnaan anggaran.
Dari pantauan dilapangan ada beberapa ruas jalan dalam kota diantaranya yang marak menjadi pangkalan truk-truk yang menurunkan barang tersebut seperti di jalan Madura, Bawean, Jawa Pasar Mimbaan dan Jalan Irian Jaya serta titik-titik jalan lainnya. Dimana setiap aktivitas bongkar muat barang ini memakan bahu jalan sehingga mengaggu bagi pengguna jalan. Untuk itu, kepada Pemkab Situbondo segera agar membangun terminal bongkar muat untuk mengantisipasi hal tersebut.
Disamping David Pengamat Ekonomi Situbondo mengatakan selain itu, Kabupaten Situbondo seharusnya memiliki Pasar Penyangga sebagai alternatif aktivitas bongkar-muat barang, dengan tujuan agar bongkar muat barang tidak liar di dalam kota.
“Selama ini adanya bongkar muat makin liar parkir di sembarang tempat dimana mereka harus menurunkan barangnya ini sering dikeluhkan masyarakat sementara Pemkab setempat seharusnya melakukan sikap lebih intens agar solusi tersebut bisa dilaksanakan. Soal mekanismenya bisa dibicarakan lebih lanjut,” ucapnya.
Terpisah, Tulus Priadmaji kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo mengatakan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan shearing dengan pemerintah daerah maupaun DPRD setempat untuk membangun terminal bongkar muat namun rencana belum ada tindak lanjut rapat bersama pemkab ataupun DPRD.
Ia menambahkan, pantauan selama ini adanya aktifitas bongkar muat masih bisa ditertibkan, pihaknya terus melakukan antisipatif pada titik jalan tertentu yang berpotensi menuai kemacetandenga memasang rambu -rambu larangan untuk bongkar muat. (edo)
The post Pemerintah Tidak Serius Tangani Bongkar Muat di Situbondo appeared first on Memo Surabaya.
[ad_2]
Source link












