Example floating
Example floating
Life Style

Pembekuan Darah dan Trombosit Rendah Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Alfi Fida
×

Pembekuan Darah dan Trombosit Rendah Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Sebarkan artikel ini
Pembekuan Darah dan Trombosit Rendah Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Pembekuan Darah dan Trombosit Rendah Akibat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

MEMO

AstraZeneca mengakui bahwa vaksin Covid-19 mereka, Covishield, dapat menyebabkan efek samping langka seperti pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit. Kemenkes RI menyoroti risiko ini, terutama bagi individu dengan riwayat keguguran berulang dan gangguan pembekuan darah. Namun, hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan kasus Trombositopenia atau thrombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) yang terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Vaksin AstraZeneca Picu Efek Samping Langka Mengerikan!

Perusahaan farmasi AstraZeneca mengakui bahwa vaksin Covid-19 Covishield, yang diproduksi oleh mereka, memiliki kemungkinan menimbulkan efek samping yang langka, seperti pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah. Ini adalah fakta yang diakui Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) yang mengungkapkan faktor risiko yang memicu kemunculan efek samping Trombositopenia atau thrombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) dari vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami efek samping TTS dari vaksin Covid-19 AstraZeneca, termasuk orang yang memiliki riwayat keguguran berulang dan gangguan pembekuan darah.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

“Orang-orang dengan gangguan pembekuan darah, seperti yang pernah mengalami keguguran berulang atau memiliki riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak baik, termasuk dalam kelompok yang rentan. Sebaiknya, vaksin AstraZeneca tidak diberikan kepada mereka,” jelas dr. Nadia saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, pada Senin (6/5/2024).

Dia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu panik terkait efek samping TTS dari vaksin AstraZeneca karena hingga saat ini belum ada laporan kasus tersebut di Indonesia oleh Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI).

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Menurut dr. Nadia, surveilans yang dilakukan oleh Komnas KIPI dari Maret 2021 hingga Juni 2022 di tujuh provinsi, termasuk surveilans terhadap TTS, tidak menemukan kasus TTS di Indonesia.