Example floating
Example floating
Home

Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

Alfi Fida
×

Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

Sebarkan artikel ini
Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN
Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

“Publik berhak mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah-masalah yang sedang dihadapi saat ini. Bahkan, polemik mengenai ketersediaan beras dan harga yang mahal pun belum mendapat solusi yang jelas,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengkonfirmasi pembahasan program makan siang dan susu gratis dalam rapat kabinet penuh di Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Bahlil menyatakan bahwa program tersebut sedang dibahas untuk disesuaikan dengan Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Dia juga menjelaskan bahwa program Prabowo-Gibran dibahas untuk mengakomodasi calon yang berpotensi memenangkan Pemilu.

“Secara garis besar, program-program prioritas yang diajukan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran akan disesuaikan agar dapat berjalan saat tahun 2025 tiba,” kata Bahlil.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Pembahasan Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dikritik, Masalah Rakyat Belum Terselesaikan

Dalam konteks ini, Billy David dari Timnas AMIN menegaskan bahwa fokus pada program makan siang gratis dalam rapat kabinet hanya akan menambah kebingungan di tengah masyarakat. Ia mengkritik prioritas politis yang mengesampingkan persoalan nyata yang dihadapi oleh rakyat Indonesia, seperti lonjakan harga beras yang belum mendapatkan solusi konkret dari Pemerintah.

Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pembahasan program tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan RAPBN 2025, dengan tujuan agar program Prabowo-Gibran dapat segera berjalan ketika masa jabatan mereka dimulai.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Namun, kritik terhadap pembahasan ini tetap menyala, mengingat masih adanya tantangan nyata yang harus diatasi oleh pemerintah.