Example floating
Example floating
Peristiwa

Pelaku Penembakan di Kantor MUI Ternyata Pernah Kirim Surat Permohonan Bertemu Ketua MUI

A. Daroini
×

Pelaku Penembakan di Kantor MUI Ternyata Pernah Kirim Surat Permohonan Bertemu Ketua MUI

Sebarkan artikel ini
Pelaku Penembakan di Kantor MUI Ternyata Pernah Kirim Surat Permohonan Bertemu Ketua MUI

Memo.co.id

Insiden penembakan terjadi di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (4/5) pagi. Pelaku yang belum diketahui identitasnya menembakkan senjata airsoft gun ke arah resepsionis dan kaca pintu di lantai dasar kantor MUI, di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Dalam sebuah wawancara dengan Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, diketahui bahwa pelaku pernah mengirimkan surat kepada MUI yang berisi permohonan untuk bertemu Ketua MUI.

Namun, surat tersebut bukanlah surat ancaman seperti yang dikabarkan sebelumnya, melainkan permohonan untuk mempersatukan umat.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Surat yang dikirimkan ke Majelis Ulama Indonesia itu berisi mengenai permohonan untuk bertemu dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia. Inti dari surat tersebut adalah permohonan untuk bertemu. Dalam pertemuan itu, dia berharap agar MUI memainkan peran untuk mempersatukan umat,” jelas Asrorun Niam Sholeh.

Asrorun juga mengatakan bahwa surat ancaman yang diterima MUI sebenarnya dikirimkan ke Polda Metro Jaya. Surat tersebut berisi permintaan agar Kapolda memfasilitasi pertemuan antara pelaku dan Ketua MUI.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Namun, dalam surat tersebut disebutkan bahwa pelaku akan membawa pisau atau senjata.

Asrorun menambahkan bahwa pelaku sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Dia datang ke kantor MUI tanpa perjanjian terlebih dahulu dan langsung menembak resepsionis dengan senjata airsoft gun yang kemudian juga menembak kaca pintu bagian dalam.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif di balik insiden ini.

Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras tindakan pelaku dan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun.