NGANJUK, MEMO – Satu tahun lebih pasar baru Kertosono resmi ditempati para pedagang. Itu terhitung sejak setelah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa tepatnya pada tanggal 5 Pebruari 2024 silam.
Pemerintah daerah dan gubernur waktu itu berharap besar pembangunan pasar baru lantai ll itu bisa membawa berkah besar bagi para pedagang. Termassuk berharap bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah ( PAD) bersumber dari retrebusi pedagang.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek

Namun demikian, harapan itu sepertinya kandas. Karena realita yang ada saat ini, kondisi pasar tradisional yang di desain mirip mall tersebut hari harinya sepi pengunjung. Sehingga 107 unit kios, 456 unit los banyak yang tutup. Pedagang sendiri memilih jualan di trotoar jalan barat gedung pasar .
Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi
” Pedagang memilih jualan lesehan di trotoar dan tepi jalan di barat pasar. Jualan di dalam pasar tidak bisa diharapkan dapat duit,sepi pengunjung mas,” pengakuan Basuki pedagang di blok l.

Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh para pedagang di blok ll,lll dan lV . Mereka mengaku minat pembeli belanja di dalam pasar turun drastis. Kebanyakan nyaman belanja di luar pasar.












