Termasuk disampaikan pula oleh perwakilan kelompok tani agar pemerintah bersedia memberikan pinjaman jual tunda yang akan dikelola pada saat menjelang musim paceklik . Serta bantuan sarana irigasi untuk lebih ditingkatkan meskipun dari pemerintah daerah sudah dibantu program Jitut dan Jides namun belum maksimal. Permintaan lainnya pada paska panen ini diharapkan bantuan alat mesin pertanian bisa segera turun menggingat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan program swasembada pangan.
Menanggapi usulan petani tersebut , Mentan dengan tegas siap mengakomodir. Dengan catatn bantuan pemerintah harus dimanfaatkan untuk kepentingan petani dan jangan sampai dijual .Mentan juga menghimbau kepada dinas terkait untuk menjalankan peran pengawasanya terhadap bantuan yang akan diturunkan kepada petani.
Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk , Ir Agus Subagjo kepada sejumlah wartawan mengatakan panen raya kali ini adalah sesuai dengan program percepatan tanam. Oleh karenanya seluas lahan 200 hektar siap panen di Desa Mancon panennya mendahului dibandingkan dengan area pertanian lainnya. ” Hasil panen pertama musim penghujan kali ini rata rata bisa mengahsilkan 8,5 sampai 11 ton per hektar. Dari hasil itu tergolong masih aman dan petani dipridiksi tidak merugi,” terangnya mendampingi Mentan kemarin.
Ditambahkan oleh Kadis Pertanian dengan pemberian bantuan itu sangat membantu petani. ” Dengan penggunaan bantuan Alsintan harapanya selain bisa mengurangi biaya produksi juga relatif lebih cepat. Petani pun dengan cepat bisa langsung menjemur hasil panen ,” pungkasnya .( Dhanny/Mulyadi )
Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Dugaan Rekayasa Seleksi Libatkan Unisma












