Pertanian Tangguh Hadapi Musim Kemarau di Bangkalan”
Menghadapi pandemi kekeringan yang mempengaruhi wilayah Kabupaten Bangkalan, para petani harus berjuang keras dalam mengatasi krisis lahan pertanian yang tidak bisa digarap.
Hal ini memaksa masyarakat setempat untuk mencari solusi alternatif guna menyambung hidup di tengah kesulitan yang terus berlanjut.
Salah satu warga Desa Pengeleyan, Ulhaq Alfarisi, mengungkapkan bahwa setiap musim kemarau tiba, para pemilik lahan sawah dan tegalan di desanya tidak dapat menanam tanaman pertanian.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung
Sebagai akibatnya, mereka terpaksa merantau ke kota besar seperti Surabaya dan sekitarnya, mencari nafkah sebagai kuli bangunan dan pedagang demi mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Saat berhadapan dengan krisis kekeringan, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso, memberikan imbauan kepada para petani agar memanfaatkan pola tanam yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti menanam jenis tanaman yang lebih adaptasi kekurangan air, termasuk umbi-umbian.
Wilayah-wilayah tertentu seperti Kecamatan Geger, Kokop, Konang, Klampis, Tanjung Bumi, Socah, Burneh, Galis, Tanah Merah, dan Kecamatan Arosbaya menjadi fokus perhatian untuk mengembangkan pertanian yang mengandalkan air hujan sebagai upaya untuk mengatasi tantangan musim kemarau.












