
Surabaya, Memo.co.id
Mat Sehri alias Kowek (41) Jalan Kedung Mangu Selatan Surabaya, ditembak polisi dari Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya. Lelaki itu tidak bisa mati, meski timah panas menembus anggota tubuhnya. Ternyata, dia punya ilmu kanuragan berupa jimat ‘ramandi’ pemberian orang tuanya, sejak 10 tahun lalu.
Mat Sehri alias Kowek (41) ditanhgkap Tim Anti Bandit bersama rekannya, Feri Dian Utomo alias Bosok (25) warga Jalan Tenggumung Baru, Surabaya , dalam kasus pencurian sepeda motor di kota Surabaya. Keduanya meringkuk dalam tahanan sel, meski Kowek mengalami luka tembakan timah panas.
Kepada teman temannya, Sehri atau Kowek mengaku memiliki jimat skti mondroguno bernama jimat ‘ramandi’. Jimat tersebut berbentuk kain memanjang berwarna hijau diikat dengan kain berwarna putih sepanjang kurang lebih 40 cm mempunyai kekebalan.
JImat tersebut juga sebagai barangbukti yang diamankan polisi. Jimat tersebut selalu digunakan oleh pria yang berprofesi sebagai abang becak, setiap hari untuk menjaga tubuhnya agar tetap kuat dan digdaya.
“Tim anti bandit terpaksa melumpuhkan, sebab pelaku ini tidak mau menyerahkan diri dan justru melakukan perlawanan,” kata AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya.
Pria yang kesehariannya sebagai tukang becak ini ditanya Shinto dari mana mendapatkan jimat itu. “Itu pemberian almarhum bapak saya, dan sudah saya bawa selama 10 tahun,” terang Kowek sambil menutupi wajahnya.
Ketika jimat kain putih dengan adanya tuliskan arab dibuka, ternyata ada isi sebuah besi berbentuk sabit. Besi itu sendiri adalah dari potongan sepatu kuda. “Kalau yang itu biar saya larinya cepat, Pak,” tambahnya.
Kowek adalah satu diantara lima orang komplotan maling motor yang sudah lama beraksi di berbagai lokasi seperti Surabaya dan Gresik. Dua dari komplotan telah menjadi tersangka, sedangkan tiga lainnya masih dalam pencarian polisi. ( mar )












