
Surabaya, ( Memo.co.id )
Pagi pagi sudah nyabu. Maklum, Bagus Ardiansyah (21) dan Khoirul Anam Faisol (22) , keduanya warga Sidoresmo Gg 4 Surabaya, baru saja kecanduan nyabu. Karena sudah kecanduan nyambu itulah, pagi pgi juga keduanya sudah patungan untuk memesan paket sabu- sabu ke pengedarnya di Jl Sidotopo Surabaya.
Bagus Ardiansyah, pekerjaan sehari hari adalah tukang tambal ban. Namun, karena sabu sabu tidak mengenal profesu dan strata sosial, tetep saja dia kecanduan. Dia baru tiga kali menikmati sabu. Itupun dibeli secara patungan dengan temannya, bernama Faisol.
Minggu pagi kemarin, keduanya sudah kontak ke pengedar sab sabu di Surabaya. Mereka janjian di sebuah tempat di Jl Sidotopo. Tapi, sama pengedarnya minta waktu untuk siang saja. Keduanya sepakat. Setelah patungan, dua arek Suroboyo berangkat ke Jl Sidotopo.
Namun, keduanya tidak merasa jika, aksi tersebut dibuntuti petugas. Sehingga, ketika barang sudah dibawa, dua anak tersebut langsung diringkus polisi. Keduanya tidak mengira, ada lelaki berpakaian preman menanyakan paket sabu sabu yang baru dibelinya. Lelaki tersebut juga mengaku dari kepolisian, sehinga Bagus dan Faisol ketakutan.
Polisi lalu menggeledah keduanya saat itu juga.
Kecurigaan polisi itu pun berhasil diungkap, begitu satu poket sabu dalam plastik kecil ditemukan pada saku celana salah satu tersangka. Keduanya lalu digelandang ke Mapolsek Pabean Cantikan dan berikut barang bukti.
Kanit Reskrim Polsek Pabean Cantikan, Iptu Tritiko Gesang Hariyanto, membenarkan penangkapan keduanya. Mereka sudah dimitai keterangan petugas. Barang bukti berupa 1 poket sabu sabu diamankan untuk barang bukti.
“Memang benar, keduanya kami amankan di depan Stasiun Gubeng. Barang bukti yang diamankan satu poket sabu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pabean Cantikan, Iptu Tritiko Gesang Hariyanto, Minggu. (mar)












