Example floating
Example floating
Daerah

Pabrik Gula di Kediri, Madiun, Sidoarjo dan Situbondo, Resmi Ditutup

A. Daroini
×

Pabrik Gula di Kediri, Madiun, Sidoarjo dan Situbondo, Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
Direktur PTPN Dolly saat dialog dengan petani tebu
Direktur PTPN Dolly saat dialog dengan petani tebu
Direktur PTPN Dolly saat dialog dengan petani tebu

Jember, Memo.co.id
Di Jawa Timur, 9 pabrik gula resmi akan ditutup oleh pemerintah melalui BUMN PTPN XI, menyusul effisiensi di sejumlah BUMN sebagaimana dicanangkan Presiden RI Joko Widodo. Direktur Utama PTPN XI, Dolly P Pulungan, memastikan keputusan tersebut ketika berdialog dengan petani tebu di Jember, kemarin.

” Kalau keputusannya sudah final. Ada 9 pabrik gula, harus ditutup karena usianya sudah di atas 100 tahun. Namun, penutupannya dilakuakn secara bertahap. Tidak bisa bersamaan,” kata Dolly.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Kesembilan pabrik gula yang ditutup itu adalah PG Rejosari, Kanigoro, dan Purwodadi di Madiun, lalu PG Toelangan dan PG Watoetoelis di Sidoarjo, kemudian PG Meritjan di Kediri, dan tiga PG di Situbondo, yakni PG Pandji, PG Olean, dan PG Wringinanom.

Pabrik gula yang ditutup, lanjut Dolly, tidak akan dibiarkan begitu saja, namun akan diubah fungsinya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

“Misalnya di Kabupaten Situbondo, kan ada tiga pabrik gula yang akan ditutup. Jadi satu pabrik kami ubah jadi pabrik pupuk dan dua (lainnya) kami jadikan pabrik maintenance. Kalau kami punya pusat perbengkelan, kan tidak perlu kerjasama dengan rekanan, karena kami punya pabriknya sendiri,” tegasnya.

Dengan perubahan fungsi pabrik gula tersebut, diharapkan tidak akan berdampak terhadap rasionalisasi besar-besaran terhadap karyawan.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

“Kan tetap dikaryakan atau digandeng untuk menjalin kemitraan dengan kami. Kalau yang waktunya pensiun, ya tetap pensiun, jadi alamiah saja,” ungkapnya. (ed)