Example floating
Example floating
Infobis

Ornamen Lebaran Jadi Buruan, Harga Mulai Cepe Gocap

Avatar
×

Ornamen Lebaran Jadi Buruan, Harga Mulai Cepe Gocap

Sebarkan artikel ini

MEMO – Suasana Pasar Asemka, Jakarta Barat, pada hari Selasa masih dipenuhi oleh para pembeli yang mencari ornamen dan pernak-pernik khas Lebaran atau Idul Fitri. Barang-barang ini diburu baik untuk menghias rumah pribadi maupun untuk dijual kembali.

Meskipun beberapa pedagang di Pasar Asemka mengakui adanya sedikit penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya, mereka tetap optimis bahwa ornamen Lebaran masih menjadi incaran utama para pembeli menjelang hari raya.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

Salah seorang pedagang pernak-pernik Lebaran, Utik (55), mengungkapkan bahwa meskipun ada penurunan daya beli akibat dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak sebesar tahun lalu, minat pembeli terhadap pernak-pernik Lebaran tetap tinggi.

“Mulai minggu kemarin, banyak yang mencari ornamen ketupat atau hiasan masjid. Amplop uang untuk hari raya juga banyak dicari,” tuturnya.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Harga ornamen Lebaran di Pasar Asemka bervariasi, mulai dari Rp10.000 untuk hiasan kecil hingga Rp300.000 untuk ornamen yang lebih besar dan mewah. Sementara itu, amplop uang dijual dengan harga Rp10.000 untuk tiga paket yang masing-masing berisi 10 lembar.

Tohar (62), seorang pedagang lainnya, menambahkan bahwa meskipun suasana pasar tahun ini terlihat lebih sepi dibandingkan tahun lalu, penjualannya tetap mengalami peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

“Ya, memang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi dibandingkan bulan kemarin, pendapatan saya alhamdulillah meningkat,” katanya.

Setiap bulannya, Tohar menyesuaikan jenis barang yang dijualnya dengan momentum perayaan yang ada. Sebelumnya, ia menjual pernak-pernik tahun baru, serta petasan dan hiasan merah untuk perayaan Imlek.

“Kalau bulan puasa ini, yang paling banyak dicari itu tas dengan tulisan hari raya atau hiasan tempel seperti ketupat dan masjid,” jelasnya.

Para pembeli juga mengungkapkan alasan mengapa mereka memilih berbelanja langsung di Pasar Asemka. Melda (38), salah seorang pembeli, mengatakan bahwa ia lebih suka membeli ornamen di pasar ini karena lebih praktis dan harganya lebih murah.

“Saya lebih suka beli di sini karena harganya lebih terjangkau dan saya bisa melihat langsung kualitas barangnya. Kalau beli online kan harus menunggu pengiriman, kalau butuhnya mendesak, ya saya datang ke sini,” katanya.

Selain berbelanja untuk kebutuhan sendiri, Melda juga terkadang membuka jasa titip (jastip) untuk tetangganya yang juga mencari hiasan menjelang Lebaran.

Pasar Asemka memang dikenal sebagai salah satu destinasi belanja utama, terutama untuk mencari pernak-pernik atau kebutuhan rumah tangga. Para pedagang di kawasan ini umumnya menjual barang-barang yang sesuai dengan momentum perayaan, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Lebaran, hingga persiapan tahun ajaran baru.