Example floating
Example floating
Home

Optimalkan Potensi Biodiesel, Kolaborasi Menuju Energi Terbarukan di Indonesia

Alfi Fida
×

Optimalkan Potensi Biodiesel, Kolaborasi Menuju Energi Terbarukan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Optimalkan Potensi Biodiesel, Kolaborasi Menuju Energi Terbarukan di Indonesia
Optimalkan Potensi Biodiesel, Kolaborasi Menuju Energi Terbarukan di Indonesia

MEMO

Pemanfaatan biodiesel sebagai bagian dari program wajib pemerintah telah membawa dampak positif signifikan bagi Indonesia. Dukungan terhadap energi terbarukan dari sumber bahan bakar nabati, khususnya minyak kelapa sawit, telah membantu mengurangi ketergantungan pada impor minyak bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bagaimana potensi biodiesel ini dapat dioptimalkan dan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan energi terbarukan? Simaklah kesimpulan dari artikel ini.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Pelajari Keberhasilan dan Tantangan Program Biodiesel Indonesia yang Menginspirasi

Program wajib biodiesel yang dijalankan oleh pemerintah sukses secara signifikan. Kebijakan ini mengharuskan pencampuran minyak nabati, terutama minyak kelapa sawit, dengan energi fosil hingga mencapai 35%, telah membawa dampak positif ganda. Selain mengurangi impor minyak bumi dan mengurangi beban anggaran, kebijakan ini juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Edi Wibowo, Direktur Bioenergi dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, minyak nabati berbasis kelapa sawit saat ini merupakan opsi paling handal dan ramah lingkungan dari segi ekonomi dan produktivitas. Hal ini ditegaskan olehnya dalam wawancara dengan Deutcsh Welle, kantor berita Jerman.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Dalam Grand Strategi Energi Nasional hingga tahun 2040, pemerintah menargetkan penggunaan biofuel sebesar 15,2 juta kL, di mana biodiesel akan mencapai 11,7 juta kL, mayoritas berbasis CPO. Pemanfaatan greenfuels juga akan meningkat, dengan mayoritas bahan bakunya berasal dari CPO, mengingat potensi besar dan kemiripan karakteristiknya dengan bahan bakar fosil.