
Kediri, memo.co.id
Operasi pasar (OP) murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pasar Bandar Kota Kediri sempat terjadi ketegangan.Dalam OP ini, terjadi aksi borong, meskipun pembelian barang telah dibatasi.
Terjadi antrean cukup panjang warga OP terebut, Mereka bahkan berdesak-desakan dan terjepit. Ada sejumlah anak kecil yang menangis karena kepanasan saat ikut mengantre bersama orang tuanya.
Petugas Satpol PP Kota Kediri berusaha mengatur jalannya antren. Tetapi warga masih nekat menyerobot antrean dan mendorong antrean di depannya. Yang lebih parah, beberapa orang warga melakukan aksi borong.
“Tolong antre ya bu. Antre yang tertib. Jangan mendorong di depannya. Tidak boleh membeli dalam jumlah banyak, karena dibatasi. OP ini khusus untuk dikonsumsi, bukan untuk dijual kembali,” teriak petugas yang melayani pembelian di atas truk, Selasa (7/6/2016).
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Aksi borong dilakukan warga dengan mengantri dua sampai tiga kali. Mereka keluar dari dari barisan setelah menerima yang diinginkan. Setelah itu, mereka kembali ke antrean belakang. Selain itu, ada pula warga yang sudah mendapatkan barang titip uang ke warga lain agar dibelikan.
Pembelian curang ini ada yang sempat diketahui petugas, tetapi banyak yang lolos dari pengawasan. Padahal, dalam OP kali ini, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, jajaran pejabat terkait dan Bank Indonesia (BI) Kediri serta Bulog Sub Drive 5 Kediri terjun secara langsung untuk memantau.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku, barang yang dijual murah pada OP kali ini dikarenakan pemerintah memberikan subsidi ongkos angkut. Selisih barang yang dijual dengan harga di pasar berkisar antara Rp 2-3 ribu ber kilogram.
Untuk harga beras dibandrol Rp 43 ribu per 5 kilogram (kg), gula Rp 11.750 per kg, tepung terigu Rp 7.200 per kg dan minyak goreng Rp 11.300 per kg. Pada OP kali ini, pemerintah membatasi pembelian bahan pokok tersebut.
“Tujuan dari operasi ini untuk menstabilkan harga selama bulan ramadhan ini, operasi pasar ini kami adakan sampai 1 juli,” pungkas Abu Bakar.(wing)












