MEMO, Jakarta: Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas York menemukan bahwa olahraga ringan memiliki dampak positif pada respons tubuh terkait peradangan dan kekebalan tubuh.
Para peneliti menemukan bahwa olahraga dengan intensitas sedang secara signifikan mempengaruhi produksi sel makrofag, yang bertanggung jawab dalam membunuh infeksi dan penyembuhan luka.
Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa perubahan ini terjadi dalam jangka panjang, memberikan implikasi penting bagi kesehatan metabolisme dan respons inflamasi tubuh.
Peradangan Tubuh: Mengapa Penting untuk Memahami Respons Normal dan Berlebihan
Olahraga ringan selama ini sudah diketahui memiliki efek positif terhadap respons tubuh terkait peradangan, namun alasan di baliknya masih belum sepenuhnya dipahami oleh para peneliti.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas York pada tikus laboratorium menunjukkan bahwa jawabannya mungkin terletak pada tingkat produksi makrofag. Makrofag adalah jenis sel darah putih yang bertanggung jawab dalam membunuh infeksi dan menyembuhkan luka.
Makrofag juga berperan sebagai respon pertama dalam tubuh. Selain itu, makrofag juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Olahraga dengan Intensitas Sedang: Membentuk Sel Makrofag dalam Jangka Panjang
“Seperti ketika Anda melatih otot melalui olahraga, kami menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang akhirnya melatih prekursor makrofag di sumsum tulang. Cara olahraga melakukannya adalah dengan mengubah cara sel-sel tersebut bernapas. Pada dasarnya, hal ini berhubungan dengan bagaimana sel-sel menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan mengubah cara mereka mengakses DNA,” kata Profesor Rekanan dari Fakultas Kesehatan dan Ketua Riset York, Ali Abdul-Sater, dari Sekolah Kinesiologi dan Ilmu Kesehatan.
Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam jurnal AJP-Cell, menemukan bahwa perubahan tersebut terjadi hingga satu minggu setelah olahraga dilakukan. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas York di Inggris ini menunjukkan bahwa perubahan ini bersifat jangka panjang.
Kita sering mendengar tentang peradangan dalam tubuh dalam konteks dampak negatifnya. Namun, peradangan sebenarnya merupakan respons normal tubuh terhadap infeksi dan stres lainnya, dan beberapa peradangan bahkan diperlukan atau diinginkan.
“Peradangan itu sangat penting. Itu merupakan bagian yang sangat penting dari respons kekebalan tubuh kita yang normal,” kata Abdul-Sater seperti yang dikutip dari situs Yorku, Selasa (20/6/2023).
“Yang perlu kita khawatirkan adalah peradangan yang berlebihan. Penyakit jantung, diabetes, banyak jenis kanker, dan penyakit autoimun, semuanya pada dasarnya dimulai karena adanya respons peradangan yang tidak tepat,” tambahnya.
Abdul-Sater mengungkapkan bahwa diperlukan sekitar enam hingga delapan minggu untuk melihat dampak kebiasaan olahraga secara nyata. Hal ini dibandingkan dengan tikus yang tidak banyak bergerak.
“Ada banyak perubahan yang terjadi dalam sirkuit saraf, seperti bagaimana sel-sel bernapas, bagaimana sel-sel memetabolisme glukosa, dan bagaimana sel-sel kemudian mengakses DNA. Semua hal itu memerlukan waktu,” jelasnya.
Pada tahap berikutnya, Abdul-Sater dan kolaborator dari universitas akan mengumpulkan sel-sel kekebalan dari sukarelawan manusia. Mereka akan melakukan olahraga dengan berbagai intensitas untuk melihat mana yang
Dalam kesimpulannya, penelitian ini menyoroti bahwa olahraga ringan secara teratur dapat berperan penting dalam meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh dalam jangka panjang.
Dengan mengubah cara sel-sel bernafas dan mengakses DNA, olahraga dengan intensitas sedang melatih prekursor makrofag di sumsum tulang, sehingga membantu menjaga respons inflamasi tubuh yang seimbang.
Hal ini penting karena respons peradangan yang tidak tepat dapat menjadi pemicu penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit autoimun.
Oleh karena itu, memperhatikan kebiasaan olahraga ringan dapat menjadi strategi yang efektif dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.












