“Jadi saat ada banyak permintaan daging ayam, ternyata masa panen di level peternak ini mundur,” jelasnya. Kesenjangan waktu antara tingginya permintaan dan ketersediaan stok yang terlambat inilah yang menekan harga naik ke level tertinggi.
Namun, skenario ini diperkirakan akan berubah total di bulan Oktober. Dengan meredanya intensitas acara hajatan dan perayaan keagamaan, tekanan permintaan akan berkurang secara signifikan.
Baca Juga: Kasus Korupsi Gratifikasi Perangkat Desa Kediri Menyeret Nama Kepala Dinas Sosial Subur Widono
“Pada bulan Oktober mendatang tidak banyak masyarakat yang memiliki acara hajatan. Dengan begitu, permintaan konsumen terhadap daging ayam kembali stabil,” tegas Tutik.
Stabilnya permintaan ini akan memungkinkan pemasok dan peternak untuk mengisi kembali stok tanpa tergesa-gesa, sehingga rantai pasokan kembali lancar. Keadaan ini diharapkan akan membawa harga kembali ke batas normal, memberikan kepastian bagi konsumen dan pedagang di Kediri. ( Adv/Kominfo)












