Aidil mengapresiasi film The End Game karena mampu menyuarakan aspirasi pegawai KPK yang tersingkir karena TWK. Dan diketahui pegawai KPK yang gagal menjadi ASN ini rata-rata adalah orang-orang yang menangani kasus-kasus besar.
Kasus kasus Korupsi Besar
Seperti kasus korupsi Harun Masiku, kasus Bansos yang melibatkan Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara hingga kasus Simulator SIM yang melibatkan mantan petinggi Polri Joko Susilo.
Peneliti Pada Pusat Studi Konstitusi ( PUSaKO) Universitas Andalas Charles Simabura yang juga berpartisipasi nobar ini mengatakan film The End Game merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan antikorupsi di Indonesia.
Perjuangan Memberantas Korupsi Tak Gampang
Setelah mendengar curhatan pegawai KPK dalam film ini menurut Charles, publik dapat menyadari bahwa perjuangan memberantas korupsi itu tidak gampang.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
Selain itu juga dapat dilihat ada banyak serangan terhadap KPK dari dalam dan luar. Termasuk dengan menyerang dengan informasi tidak benar tentang KPK.
Melawan Disinformasi Tentang KPK
Bentuk melawan disinformasi tentang KPK. Membuka mata kita bahwa perjuangan antikorupsi itu tak gampang. Kita tahunya ketika kasus besar meledak lewat OTT. Padahal prosesnya sulit, ucap Charles.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Dosen Fakultas Hukum Unand itu menambahkan dari film The End Game ini dapat dilihat bahwa saat ini film dapat menjadi salah satu alat kampanye efektif. Karena sajian melalui film membuat khalayak tidak bosan menyimak pesan-pesan yang disampaikan.
Perjuangan Jurnalisme Baru
Kalau melalui seminar kan banyak tidak betah. Kalau film betah orang menonton. Ini cara perjuangan melalui jurnalisme baru. Memafaatkan berbagai platform media untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, kata Charles menambahkan.












