Example floating
Example floating
Birokrasi

NasDem Beri Pujian Tak Terduga untuk Prabowo Usai Bertemu Megawati

Avatar
×

NasDem Beri Pujian Tak Terduga untuk Prabowo Usai Bertemu Megawati

Sebarkan artikel ini

MEMO – Partai NasDem memberikan apresiasi tinggi terhadap tindakan Presiden Prabowo Subianto yang belum lama ini berkunjung ke kediaman mantan Presiden Republik Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri. Pertemuan yang penuh kehangatan ini dipandang sebagai sebuah langkah positif dan konstruktif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menyampaikan pada hari Rabu (9/4/2025) bahwa, “Silaturahmi merupakan sebuah tindakan terpuji. Setiap pemimpin bangsa hendaknya secara berkelanjutan membangun dan memelihara tali persaudaraan.”

Baca Juga: Prabowo Hentikan Operasi Tambang di Raja Ampat, Selamatkan Destinasi Wisata Termashur

Beliau menambahkan bahwa, dalam kapasitasnya sebagai kepala negara, inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak adalah sebuah langkah yang sangat tepat. Menurut pandangannya, tindakan tersebut merupakan esensi dari peran seorang presiden sebagai pengemban amanah rakyat demi kepentingan seluruh bangsa.

“Sebagai pemimpin tertinggi negara, sudah sepatutnya seorang presiden menjalin hubungan baik dengan seluruh tokoh politik. Karena pada dasarnya, seorang presiden adalah pelayan bagi seluruh rakyat Indonesia demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” tuturnya.

Baca Juga: Klaim Prabowo tentang 'Adu Domba' Lewat LSM Berdana Asing dan Potensi Ancaman Demokrasi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menjelaskan alasan di balik keputusan Presiden Prabowo untuk mengunjungi kediaman Megawati di kawasan Teuku Umar, Jakarta, pada hari Senin (7/4/2025) lalu. Muzani mengungkapkan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari etika dan sopan santun.

“Ya, tidak ada pertimbangan khusus yang mendasarinya, mengingat Ibu Mega adalah sosok yang lebih senior, baik dari segi usia maupun pernah menjabat sebagai Presiden lebih dahulu. Jadi, menurut saya, ini adalah wujud dari tata krama,” jelas Muzani di lingkungan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Pemakzulan Gibran Kembali Mencuat, Antara Manuver Politik dan Peluang Nyata