Nyai Masluchi mengungkapkan, sikap politik yang diambil Muslimat NU adalah mengikuti jejak PCNU.
“Tapi setelah NU mengadakan seperti ini (konsolidasi) dan mengajak Muslimat, akhirnya Muslimat mau mengikuti jejaknya NU,” tegasnya.
Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok
Namun keputusan politik itu ada syaratnya. Apa itu? Nyai Masluchi mengatakan, Muslimat bersedia mengikuti jejak PCNU, asal jejak Muslimat untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur diikuti balik.
Yakni memenangkan Cagub Khofifah Indar Parawansa. “Dengan syarat NU mau mengikuti jejak muslimat untuk pilihan gubernur harus Khofifah (Khofifah Indar Parawansa,” ungkapnya.
Baca Juga: Elim Tyu Samba: Tunas 3 TIDAR di Kota Blitar Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
Apa pertimbangan lain yang mendorong Muslimat NU lebih mantap memilih paslon Rijanto-Beky? Nyai Masluchi terang-terangan mengatakan, selama memimpin Kabupaten Blitar, Mak Rini tidak pernah memperhatikan Muslimat NU.
“Nuwun sewu saya matur, dalam 5 tahun kemarin itu sama sekali, bupati yang kemarin sama sekali tidak ada perhatian kepada muslimat. Sama sekali,” pungkasnya.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Sementara Konsolidasi PCNU Kabupaten Blitar di Ponpes Al-Falah Desa Jeblog Kecamatan Talun memberi pandangan kepada warga nahdliyin mengenai kriteria pemimpin yang layak dipilih di Pilkada 2024.
Pemimpin yang layak dipilih dan dimenangkan warga nahdliyin di Pilkada Kabupaten Blitar adalah mereka yang beradab dan dibingkai dengan akhlakul karimah.
Kemudian memiliki komitmen bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), berwibawa serta memberi posisi para ulama untuk jadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.
“Ini membuka cakrawala. Otomatis Warga nahdliyin harus cerdas memilih dan memilah (paslon) yang paling maslahat buat umat. Bukan hanya untuk warga nahdliyin, tapi bangsa dan negara,” ujar Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Blitar KH Muqorrobin.












