Example floating
Example floating
Home

Muharram J. Panguriseng Ungkap Strategi PHE Cari Cadangan Migas Besar

Alfi Fida
×

Muharram J. Panguriseng Ungkap Strategi PHE Cari Cadangan Migas Besar

Sebarkan artikel ini
Muharram J. Panguriseng Ungkap Strategi PHE Cari Cadangan Migas Besar
Muharram J. Panguriseng Ungkap Strategi PHE Cari Cadangan Migas Besar

MEMO

Pertamina Hulu Energi (PHE), melalui Subholding Upstream Pertamina, memproyeksikan bahwa sekitar 30% dari program pengeboran migas tahun 2024 bertujuan untuk menemukan deposit migas besar.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Direktur Operasi PHE, Muharram J. Panguriseng, menyampaikan harapannya untuk meningkatkan produksi migas di Indonesia dengan menargetkan temuan sumber migas signifikan. Pelaksanaan survei seismik menjadi langkah awal, diikuti rencana pengeboran pada 2025.

Salah satu proyek unggulan yang mendapat perhatian adalah Wilayah Kerja East Natuna yang diharapkan dapat dieksplorasi pada tahun 2026.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Pertamina Targetkan Temuan ‘Big Fish’ Migas 2024

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang merupakan bagian dari bisnis hulu Pertamina, mengungkapkan bahwa sekitar 30% dari kegiatan pengeboran sumur minyak dan gas bumi (migas) yang dijadwalkan untuk tahun 2024 ini bertujuan untuk menemukan cadangan migas berukuran besar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Muharram J. Panguriseng, Direktur Operasi PHE, yang berharap agar temuan sumber migas signifikan dapat meningkatkan produksi migas di Indonesia.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Muharram menyatakan, “Kami berharap sekitar 40% dari total kegiatan pengeboran, setidaknya 30% dari keseluruhan, diarahkan untuk menemukan cadangan migas besar.” Pernyataannya tersebut diucapkan saat kunjungannya ke Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta pada Senin (15/01/2024).

PHE sedang aktif melakukan berbagai upaya untuk menemukan cadangan migas besar, termasuk survei seismik yang dijadwalkan akan diikuti oleh kegiatan pengeboran pada tahun 2025. “Pada tahun ini, kami akan melakukan survei seismik, dan setelah selesai pada tahun 2024, kami berencana mengajukan rencana pengeboran pada tahun 2025 atau mungkin 2026 untuk keperluan eksplorasi,” ungkap Muharram.

PHE Rencanakan Eksplorasi East Natuna 2026

Muharram juga menyebutkan bahwa salah satu proyek yang akan mendapat dorongan untuk eksplorasi pada tahun 2026 adalah Wilayah Kerja East Natuna. “Salah satu wilayah yang mungkin dieksplorasi pada tahun 2026 adalah East Natuna, yang baru kami dapatkan pada tahun 2022. Kami berharap survei seismik pada tahun 2024 ini akan memungkinkan kami untuk melaksanakan eksplorasi di awal tahun 2026. Itu merupakan blok baru di East Natuna,” tambahnya.

Meskipun optimis terhadap potensi migas yang signifikan di blok tersebut, Muharram menyadari perlunya membuktikan hal tersebut melalui survei seismik 3D terlebih dahulu. “Kami memiliki harapan besar terhadap potensi migas di blok tersebut, tetapi kami perlu memverifikasinya melalui survei seismik 3D setelah selesai pada akhir 2024. Kami berencana untuk memproses dan mungkin memulai kegiatan pengeboran pada awal 2026,” tandasnya.

Eksplorasi Migas 2026: Pertamina Hulu Energi Bidik ‘Big Fish‘ di East Natuna Setelah Sukses Survei Seismik

Dalam upaya mencapai target temuan migas besar, PHE menetapkan fokus pada sekitar 40% dari total pengeboran untuk mengejar “big fish.” Direktur Operasi PHE, Muharram, optimistis terhadap potensi Wilayah Kerja East Natuna, yang direncanakan dieksplorasi pada 2026 setelah survei seismik selesai pada 2024.

Meskipun harapan besar, langkah-langkah persiapan, termasuk survei seismik 3D, diperlukan untuk memastikan potensi sebelum memulai pengeboran pada awal 2026.