Sebuah mobil Alphard milik pejabat diduga membawa barang berlebihan masuk ke Apron Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan diawasi oleh Bea Cukai. Kementerian Keuangan dan PT Angkasa Pura II belum memberikan banyak penjelasan terkait hal ini.
Mobil Alphard yang masuk ke Apron Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan diawasi oleh Bea Cukai telah menjadi viral. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak memberikan banyak penjelasan mengenai mobil Alphard tersebut.
Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, memberikan sedikit penjelasan ketika dimintai konfirmasi. Menurutnya, penjelasan seharusnya diberikan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II selaku operator pengelola bandara Soetta. Dia curiga bahwa mobil mewah tersebut dimiliki oleh pejabat Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Lebih baik ditanyakan ke AP II sebagai otoritas, agar adil dan objektif,” kata Yustinus pada Sabtu (25/3/2023).
Hingga saat ini, pihak Angkasa Pura II belum memberikan penjelasan meskipun MNC Portal telah mencoba menghubungi manajemen perseroan.
Selain mobil Alphard yang diawasi oleh Bea Cukai, barang-barang yang dibawa juga menjadi sorotan karena cukup banyak. Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk, Peter Gontha, mengunggah sebuah gambar di media sosial yang menjelaskan kejadian tersebut.
“Sebuah mobil pribadi masuk ke Apron Bandara Soetta, menurunkan penumpang langsung dari pesawat lewat tangga ke mobil pribadi Alphard, dan diawasi oleh mobil Bea Cukai,” tulis Peter Gontha di akun Instagram-nya pada Jumat kemarin.
Peter juga mengatakan bahwa Bea Cukai seharusnya lebih waspada karena ada banyak kejadian belakangan ini. Hal ini bisa menjadi kasus baru di masa depan.
“Netizen yang menjadi jurnalis berkeliaran di seluruh Nusantara. Mengapa mereka masih berani? Ini pasti pejabat, seperti pengawal yang mengenakan baju putih dan membawa ransel, ciri khas pejabat atau istrinya yang diawasi atau dijemput!,” tambahnya.
Insiden mobil Alphard milik pejabat yang diduga membawa barang berlebihan masuk ke Apron Bandara Soetta dan diawasi oleh Bea Cukai menimbulkan banyak spekulasi. Warga internet mengecam tindakan tersebut dan meminta otoritas terkait untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas dan terbuka. Hal ini menunjukkan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik dan pengawasan di negara ini.












