Lebih lanjut, Gunawan menyebut bahwa wanita dalam foto KTP dan paspor yang dimaksud adalah PA, seorang warga Dukuh Sumber Agung. Saat ini, PA diketahui sedang bekerja di luar negeri. “PA ini pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan. Dan terakhir, sesuai informasi, katanya bekerja di Kamboja. Memang kerja di luar negeri, dan sudah lama berangkatnya,” ungkap Gunawan.
Keterangan serupa juga disampaikan oleh Sri Wahyuni, warga Dusun Sumber Agung lainnya. Ia mengakui mengenali foto pada dokumen yang beredar, namun tidak familiar dengan nama Dewi Astutik di lingkungannya. “Kalau foto dan alamat yang beredar itu kita kenalnya adalah PA, memang warga sini. Tapi kalau nama Dewi Astutik, kita tidak kenal,” katanya.
Kasus ini semakin menyorot peran Dewi Astutik, yang diduga kuat menjadi otak di balik pengiriman 2 ton sabu. Narkotika dalam jumlah masif tersebut berhasil diamankan dari KM Sea Dragon Tarawa di perairan Karimun, Kepulauan Riau, pada awal Mei 2025, menambah daftar panjang kejahatan narkoba yang melibatkan jaringan internasional. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan BNN untuk mengungkap sepenuhnya jaringan dan identitas asli sang gembong narkoba ini.












