Ponorogo, Memo | – Nama Dewi Astutik mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sosoknya mencuat dalam berbagai pemberitaan sebagai buron utama Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait kasus penyelundupan 2 ton sabu senilai fantastis Rp 5 triliun. Namun, identitas asli perempuan ini justru menimbulkan teka-teki di kampung halamannya.
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan paspor yang beredar luas di media menampilkan alamat pemilik identitas di Dukuh Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Dari berbagai sumber, Dewi Astutik juga dikabarkan telah masuk dalam daftar buron Interpol sejak tahun 2024.
Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, saat dikonfirmasi, mengungkapkan adanya kejanggalan. Ia menyatakan bahwa di wilayahnya tidak ada warga yang terdaftar dengan nama Dewi Astutik. Meski begitu, Gunawan membenarkan bahwa alamat yang tertera pada dokumen tersebut memang milik salah satu warganya, dan ia mengenali wajah pada foto yang beredar.
“Kalau warga di sini yang bernama Dewi Astutik tidak ada, tetapi alamat itu memang warga sini dan fotonya itu juga kenal,” jelas Gunawan pada Selasa (27/5/2025).
Lebih lanjut, Gunawan menyebut bahwa wanita dalam foto KTP dan paspor yang dimaksud adalah PA, seorang warga Dukuh Sumber Agung. Saat ini, PA diketahui sedang bekerja di luar negeri. “PA ini pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan. Dan terakhir, sesuai informasi, katanya bekerja di Kamboja. Memang kerja di luar negeri, dan sudah lama berangkatnya,” ungkap Gunawan.
Keterangan serupa juga disampaikan oleh Sri Wahyuni, warga Dusun Sumber Agung lainnya. Ia mengakui mengenali foto pada dokumen yang beredar, namun tidak familiar dengan nama Dewi Astutik di lingkungannya. “Kalau foto dan alamat yang beredar itu kita kenalnya adalah PA, memang warga sini. Tapi kalau nama Dewi Astutik, kita tidak kenal,” katanya.
Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta
Kasus ini semakin menyorot peran Dewi Astutik, yang diduga kuat menjadi otak di balik pengiriman 2 ton sabu. Narkotika dalam jumlah masif tersebut berhasil diamankan dari KM Sea Dragon Tarawa di perairan Karimun, Kepulauan Riau, pada awal Mei 2025, menambah daftar panjang kejahatan narkoba yang melibatkan jaringan internasional. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan BNN untuk mengungkap sepenuhnya jaringan dan identitas asli sang gembong narkoba ini.












