Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar, menyambut baik kedatangan para duta kemanusiaan dari Jepang. “Menurut data pemerintah Jepang, sekitar 10.000 tentara mereka gugur dalam Perang Dunia II di Biak. Namun, baru sekitar 4.000 lebih yang berhasil ditemukan, sehingga mereka terus melakukan pencarian,” jelas Jimmy.
“Dalam kegiatan repatriasi ini, tim forensik menggunakan beberapa indikator untuk membedakan kerangka tentara Jepang dengan masyarakat Biak. Nantinya, pemerintah Jepang juga akan memberikan kompensasi kepada masyarakat atau keluarga yang terkait,” tambah Wakil Bupati.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat adat, khususnya yang tinggal di Kampung Binsari Goa Jepang dan Paray, karena telah menjaga dan melindungi kerangka para tentara peninggalan sejarah Perang Dunia II sebagai pengungkit pariwisata di Biak.
“Diharapkan laporan dari masyarakat tentang penemuan ini dapat menjadi daya tarik wisata, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama wisatawan Jepang, untuk terus berkunjung ke Biak,” pungkas Wakil Bupati.












