MEMO – AC Milan harus menelan kekalahan pahit dari Bologna dengan skor 1-2 dalam lanjutan Serie A Liga Italia di Stadio Dall’Ara, pada Jumat (28/2/2025) dini hari.
Milan sempat unggul lebih dulu melalui gol Rafael Leão pada menit 43’, sebelum akhirnya Bologna membalikkan keadaan lewat Santiago Castro (48′) dan Dan Ndoye (82′), yang membuat tuan rumah meraih kemenangan dramatis.
Baca Juga: Drama San Siro! Milan Bangkit dari Ketertinggalan, Como Gigit Jari
Namun, hasil ini memicu kemarahan pelatih Milan, Sérgio Conceicao, yang merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit sepanjang pertandingan.
Seusai laga, Sérgio Conceicao menyampaikan rasa kecewanya terhadap kepemimpinan wasit, yang menurutnya membuat banyak keputusan yang merugikan Milan.
Baca Juga: Idzes Bongkar Rahasia Indonesia Lolos Piala Dunia: Tinggal Tunggu Tanggal Mainnya
“Ada handball yang sangat jelas sebelum gol penyeimbang Bologna terjadi. Kami sebenarnya bisa berbuat lebih banyak untuk mengamankan kemenangan, tetapi serangkaian keputusan yang merugikan kami akhirnya menjadi penentu hasil akhir,” ujar Conceicao kepada DAZN.
Pelatih Milan ini mengklaim bahwa gol penyama kedudukan yang dicetak Santiago Castro seharusnya tidak sah, karena bola sebelumnya mengenai lengan Giovanni Fabbian setelah sundulan Lorenzo De Silvestri.
Selain itu, Milan kembali harus menelan pil pahit setelah kesalahan yang dilakukan Alex Jimenez dalam lemparan ke dalam, yang berujung pada gol kemenangan Dan Ndoye di menit 82′.
“Kami memang melakukan kesalahan, tetapi keputusan wasit juga tak luput dari kesalahan. Sayangnya, insiden-insiden kecil seperti ini menjadi sangat menentukan bagi hasil akhir pertandingan,” tegasnya.
Dengan kekalahan ini, AC Milan harus rela turun ke peringkat 8 di klasemen Serie A dengan 41 poin. Sementara itu, kemenangan ini membuat Bologna naik ke peringkat 6 dengan 44 poin, semakin memperkuat posisi mereka dalam perburuan tiket kompetisi Eropa musim depan.












